Breaking

logo

27 April 2022

Parah! Sebut Islam Ideologi Intoleran, Politisi Belanda: Muhammad Nabi Palsu!

Parah! Sebut Islam Ideologi Intoleran, Politisi Belanda: Muhammad Nabi Palsu!

Parah! Sebut Islam Ideologi Intoleran, Politisi Belanda: Muhammad Nabi Palsu!

DEMOCRAZY.ID - Internasional dihebohkan dengan pernyataan salah satu politisi Belanda, Geert Wilders dengan tegas menyatakan bahwa islam merupakan ideologi intoleran. 


Selain sebut islam ideologi intoleran, politisi sayap kanan Belanda itu juga menyebut bahwa Muhammad merupakan nabi palsu. 


Tentu saja pernyataan itu menuai banyak kritikan, bahkan memicu kemarahan sebagian besar umat muslim. 


Tweet yang mengandung Islamophobia dengan menyebut Nabi Muhammad sebagai Nabi palsu itu sebenarnya merupakan tanggapan atas Tweet Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif yang merupakan pemimpin Liga Muslim Pakistan.


Dalam tweet tersebut, Wilders menyebut bahwa kekerasan yang dilakukan oleh umat muslim terinspirasi dari Nabi Muhammad yang ia sebut sebagai Nabi palsu. 


“Anda tahu apa yang menyakitkan Perdana Menteri @CMShehbaz, adalah kekerasan dari ideologi intoleran disebut Islam, fatwa dan ancaman pembunuhan oleh orang-orang dari Pakistan yang diilhami oleh Nabi palsu (Muhammad). Kami selalu memilih kebebasan daripada menjadi pengikut nabi Muhammad. dan Anda tidak akan pernah menang,” Terjemahan cuitan Geert Wilders sebagaimana dikutip dari laman Sputnik pada Rabu, 27 April 2022.


Sebelum Tweet ini mengundang kemarahan, Wilders juga sempat menyerukan pelarangan Alquran, pelarangan masjid hingga melarang imigran muslim yang masuk ke Belanda. 


Bahkan ia juga sempat menyamakan kitab suci Alquran dengan Mein Kampf, buku yang merupakan tulisan Adolf Hilter, pemimpin Nazi Jerman. 


Karena seringnya ujaran kebencian yang ia lontarkan pada umat Islam, Wilders setiap harinya harus dijaga polisi karena sering mendapat ancaman pembunuhan dari orang-orang yang tersinggung atas ujaran kebencian yang ia lontarkan terhadap umat muslim tersebut.


Menindaklanjuti ujaran kebencian ini, moderator Twiter kemudian membatasi akun Geert Wilders. 


Meski sebelumnya Wilders sempat mengatakan bahwa akunnya tersebut dapat kembali digunakan setelah 12 jam jika Wilders menghapus cuitan yang dianggap menyinggung tersebut. 


Tetapi atas banding yang diajukan oleh pemimpin PVV, akun Twitter Wilders akan tetap ditangguhkan sampai perusahaan dapat memutuskan banding tersebut. 


Hingga kini akun twitter Geert Wilders tak bisa diakses dan tidak dapat mengunggah cuitan apa pun sejak tanggal 20 April lalu. [Democrazy/terkini]