-->

Breaking

logo

07 April 2022

PDIP Beri Pesan ke Jokowi: Lain Kali Kalau Milih Menteri Cek Dulu Track Record-nya!

PDIP Beri Pesan ke Jokowi: Lain Kali Kalau Milih Menteri Cek Dulu Track Record-nya!

PDIP Beri Pesan ke Jokowi: Lain Kali Kalau Milih Menteri Cek Dulu Track Record-nya!

DEMOCRAZY.ID - Pesan khusus disampaikan partai pendukung utama Presiden Joko Widodo, PDI Perjuangan di akhir masa jabatannya sebagai presiden. 


Dalam pesan itu, banteng moncong putih mengingatkan kepada Jokowi dan para menteri untuk tidak asal-asalan dalam bekerja.


Dengan begitu, maka akan diraih hasil kerja yang baik di akhir masa jabatan Jokowi memimpin negeri ini.


Pesan ini disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Bambang Wuryanto menanggapi amarah Presiden Joko Widodo pada anak buahnya yang mewacanakan penundaan pemilu. 


Di mana Jokowi ingin agar para menteri lebih fokus kerja untuk rakyat.


"Maka kalau milih menteri ke depan, memilih pemimpin itu, cek lah track recordnya. Karena dari jejak rekamnya itu akan muncul. Tiga hal dia pasti akan keluar karakternya ini, kayak apa SMP, kayak apa SMA, kayak apa perguruan tingginya, kayak apa terus bekerja, dilacak terus,” kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (7/4).


Bambang Pacul lalu mengambil contoh cara Presiden ke-2 RI Soeharto dalam memilih menteri. 


Di mana ada tracing atau pelacakan selama dua tahun untuk mengetahui karakter menteri yang akan diangkat.


Soeharto bahkan harus menikahkan Akbar Tanjung dengan Krisnina Maharani terlebih dahulu sebelum mengangkat mantan ketum Golkar itu menjadi menteri. 


Tujuannya, agar Akbar Tanjung memiliki karakter lembut ketika menjabat menteri.


"Izin contoh Pak Akbar Tanjung untuk menjadi menteri dinikahi dulu dengan Mbak Nina agar ada karakter yang lebih soft. Sampai begitu lho,” katanya.


Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan agar Jokowi memilih menteri yang kompeten dan memiliki rekam jejak yang bagus.


"Jadi track recordnya, muncul karakter integritas, muncul kompetensi. Jangan langsung prat pret. Ini juga butuh ketelitian,” demikian Bambang Pacul. [Democrazy/rmol]