Breaking

logo

02 April 2022

Nilai Rezim Jokowi Pemecah Belah Sipil dan Partai, Rocky Gerung: Seolah Demokrasi Tapi Sebenernya Dirusak!

Nilai Rezim Jokowi Pemecah Belah Sipil dan Partai, Rocky Gerung: Seolah Demokrasi Tapi Sebenernya Dirusak!

Nilai Rezim Jokowi Pemecah Belah Sipil dan Partai, Rocky Gerung: Seolah Demokrasi Tapi Sebenernya Dirusak!

DEMOCRAZY.ID - Akademisi Rocky Gerung menyebut bahwa rezim Jokowi berusaha memecah belah partai dari dalam serta warga sipil.


Menurut penjelasannya, Jokowi yang mengaku taat pada konstitusi sebenarnya tengah berupaya menggalang massa agar masa jabatannya diperpanjang.


Rocky Gerung juga mencontohkan tanda-tanda kemunduran demokrasi yang terjadi di bawah pemerintahan Presiden Jokowi.


Rocky Gerung percaya bahwa saat ini adalah praktik umum untuk diam dan politik memecah belah untuk melindungi kekuasaan.


Sosok yang juga pengamat politik itu menyebutkan bukan hanya parpol saja yang terpecah belah, masyarakat sipil kini terfragmentasi sehingga sulit bersatu untuk melawan penindasan penguasa.


Lebih lanjut, Rocky Gerung mengatakan kepala desa juga terpecah setelah Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) versi Surtawijaya ingin mendeklarasikan Jokowi sebagai presiden untuk tiga periode.


“Pemerintahan Presiden Jokowi berusaha kuasai parpol memecah belah partai dari dalam, masyarakat sipil pun dipecah belah. Rezim kini mengumpankan perpecahan sampai tingkat desa, hiruk pikuk seolah ada demokrasi tapi sebenernya demokrasi sedang dirusak,” tutur Rocky Gerung.


Padahal diketahui bahwa Apdesi versi Surtawijaya belum memiliki SK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Kepengurusan Apdesi yang sah kini berada di tangan Arifin Abdul Majid.


Rocky Gerung menilai apa yang dilakukan Surta Wijaya versi Apdesi dengan politik langsungnya sangat berbahaya.


Rocky Gerung menilai pemerintahan Jokowi saat ini adalah yang terburuk dalam menjaga demokrasi sejak jatuhnya Suharto.


Menurut Rocky Gerung, hal tersebut terlihat dari Indeks Demokrasi yang diterbitkan sejumlah peneliti. [Democrazy/kabes]