Breaking

logo

04 April 2022

Nggak Hanya Jadi TNI, Mahfud MD Persilahkan Anak Cucu PKI Nyaleg dan Daftar PNS

Nggak Hanya Jadi TNI, Mahfud MD Persilahkan Anak Cucu PKI Nyaleg dan Daftar PNS

Nggak Hanya Jadi TNI, Mahfud MD Persilahkan Anak Cucu PKI Nyaleg dan Daftar PNS

DEMOCRAZY.ID - Menko Polhukam Mahfud MD mengaku sepakat dengan kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang membuka peluang bagi keturunan bekas anggota dan loyalis Partai Komunis Indonesia (PKI) mendaftar TNI.


Mahfud mengatakan, tidak hanya di bidang militer, negara sebetulnya juga telah membuka peluang seluas - luasnya bagi anak cucu PKI mendaftar menjadi calon legislatif atau kepala daerah pada Pemilu, tidak sampai disitu, keturunan PKI kata dia juga sah - sah saja menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di berbagai instansi pemerintah.


"Malah lebih dulu kalau instansi lain. Kalau syarat-syarat misalnya untuk ikut jadi caleg, jadi kepala daerah dan semuanya sudah enggak pakai syarat-syarat itu (soal keturunan). PNS juga enggak pakai itu, sudah lama," kata Mahfud kepada wartawan dikutip Senin (4/4/2022). 


Kebijakan untuk menampung keturunan PKI terkait hal ini lanjut Mahfud sudah lama berlaku di Indonesia. 


"Jadi TNI bukan yang pertama. Kalau Mahkamah Konstitusi dulu berani sekali membuat keputusan untuk jabatan politik boleh, itu kan Mahkamah Konstitusi yang mulai dulu pertama," tuturnya. 


Menurut Mahfud, tidak ada masalah jika keturunan PKI ingin mengabdi untuk Indonesia, yang terpenting kata dia saat seleksi ideologi  para keturunan PKI itu mesti pastikan terlebidagulu, mereka harus taat pada Pancasila dan tidak mengusung haluan lain yang dapat mengancam NKRI. 


"Sekarang kita kan kita sudah bersatu semua. Mari kita pilih orangnya. Meskipun bukan keturunan PKI tapi ideologinya PKI ya jangan diterima dalam seleksi itu, kan gitu. Karena kita sudah menganggap PKI partai terlarang, komunisme tidak boleh menjadi dasar ideologi kita," kata dia.


Sebagaimana diketahui, Jenderal Andika Perkasa mengaku dirinya membuka kesempatan bagi para keturunan PKI untuk mengikuti seleksi TNI, itu untuk menghapus diskriminasi terhadap keturunan PKI yang selama ini ruang geraknya sangat dibatasi. 


Hal ini disampaikan Andika saat rapat koordinasi penerimaan prajurit 2022. 


Dalam rapat yang dihadiri oleh Kasum TNI, Irjen TNI dan Dankodiklat TNI itu, Andika mendengarkan paparan terkait mekanisme penerimaan prajurit TNI mulai dari tes mental ideologi, psikologi, akademik hingga kesehatan jasmani. [Democrazy/cnn]