Breaking

logo

05 April 2022

Negara Tahu Diri Dong! Ngurus Harga Pangan dan BBM Saja Nggak Bisa, Masa Mau Terus Berkuasa?

Negara Tahu Diri Dong! Ngurus Harga Pangan dan BBM Saja Nggak Bisa, Masa Mau Terus Berkuasa?

Negara Tahu Diri Dong! Ngurus Harga Pangan dan BBM Saja Nggak Bisa, Masa Mau Terus Berkuasa?

DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai negara semestinya tahu diri, tidak lagi menggulirkan isu dan wacana perpanjangan masa jabatan atau 3 periode di tengah harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) melambung tinggi.


Ray mengatakan, kenaikan berbagai macam harga barang dan kebutuhan masyarakat adalah bukti dari kinerja pemerintah yang tidak lagi mampu dalam mengelola negara.


Hal ini juga menjadi kontra produktif apabila dikaitkan dengan wacana perpanjangan masa jabatan yang menganggap didukung oleh kepuasan masyarakat.


"Dengan situasi yang seperti sekarang minyak goreng langka, BBM mahal, gas naik dan mungkin juga nanti ke sumber konsumen yang lain, kebutuhan yang lain juga akan merembet begitu. Jelas tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pak Jokowi akan turun," kata Ray saat dikonfirmasi, Selasa (5/4/2022).


Ray menegaskan, tingkat kepuasan masyarakat juga tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggengkan kekuasaan. 


Sebab, hal tersebut juga akan mengalami perubahan dalam periode tertentu. 


"Lingkaran istana yang mengkampanyekan tiga periode atau perpanjangan masa jabatan itu hanya terpaku pada tingkat kepuasan publik di tahun 2021. Padahal itu kan fluktuatif, orang tahun ini bisa naik, tahun depan bisa turun," ungkapnya.


Apalagi ditambah banyaknya persoalan yang sedang dialami masyarakat dewasa ini, sehingga Ray mengatakan wacana perpanjangan masa jabatan sudah tidak relevan lagi.


Selain itu, Ray menyebut, Presiden Jokowi juga terkesan tidak serius dalam menangani berbagai polemik yang terjadi di Tanah Air.


Seperti gembar-gembor pengungkapan mafia minyak goreng yang hingga saat ini ternyata tidak diketahui jelas bagaimana kelanjutannya.


"Jadi dengan situasi yang seperti ini dimana pemerintahan dinyatakan kalah melawan mafia kok malah minta tiga periode, makin nggak make sense. Nggak ada logikanya," tegas Ray. [Democrazy/populis]