-->

Breaking

logo

19 April 2022

Mencoba Tiru Kebangkitan Yesus, Seorang Pendeta Tewas Dikubur Hidup-Hidup

Mencoba Tiru Kebangkitan Yesus, Seorang Pendeta Tewas Dikubur Hidup-Hidup

Mencoba Tiru Kebangkitan Yesus, Seorang Pendeta Tewas Dikubur Hidup-Hidup

DEMOCRAZY.IDKisah tragis seorang pendeta tewas setelah dikubur hidup-hidup karena ingin meniru Yesus Kristus.


Pendeta tersebut tewas atas permintaannya sendiri karena yakin bisa menyamai Yesus yang bangkit di Hari Ketiga setelah dikubur.


Kenyataan berkata lain, pendeta yang disapa James itu ditemukan tewas dalam makamnya.


James Sakara, pendeta di Gereja Kristen Zambia, salah satu negara di Afrika Tengah, yakin ia dapat bangkit dari kematian seperti Yesus.


Kepada jemaatnya, James minta dikuburukan hidup-hidup dalam upayanya meniru kebangkitan Yesus Kristus.


James meyakinkan jemaatnya bahwa dia bisa meniru kisah Yesus yang bangkit setelah tiga hari dimakamkan.


Karena itu, gembala di Gereja Zion Chidiza tersebut mengeklaim kepada jemaatnya bahwa dia akan kembali setelah tiga hari dikubur.


Tiga orang jemaat kemudian membantunya menggali kuburan untuknya lalu memakamkan si pendeta dalam kondisi masih hidup.


Tiga hari kemudian mereka resah karena tak menemukan Sakara kembali seperti yang diyakininya.


Para jemaat kemudian menggali makam dan menemukan Sakara sudah tewas.


Melihat tubuh pastor berusia 22 tahun itu tak bergerak, beberapa jemaat berusaha melakukan "latihan kebatinan" untuk menghidupkannya, tetapi gagal.


Sebelum melakukan aksinya, Sakara yang juga praktisi pengobatan tradisional mengutip sebuah ayat Alkitab.


Ayat yang dia ambil adalah kata-kata Yesus saat Perjamuan Terakhir, sebelum dia diserahkan Yudas kepada tentara Romawi.


Dilansir dari Oddity Central, Sakara mengambil ucapan terkenal Yesus yang berbunyi "Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku".


Namun, dia mengartikan kalimat itu sebagai ajakan kepada murid-murid Yesus supaya kebangkitanNya yang ditiru, bukan perjamuan roti dan anggur pada malam terakhir itu.


Seperti bisa dibayangkan, banyak jemaatnya yang khawatir dan berusaha membujuknya untuk tidak mengubur dirinya.


Namun, tiga orang akhirnya bersedia membantu Sakara.


Satu orang yang terlibat dalam aksi itu sudah menyerahkan diri dan sisanya diburu polisi.


Sakara meninggalkan istrinya yang tengah hamil dan jemaat gerejanya yang kebingungan dengan aksinya. [Democrazy/tribun]