-->

Breaking

logo

06 April 2022

Mahfud MD Sebut Negara Bentukan Nabi Haram, Imam Shamsi Ali Marah: Ini Pembangkangan Terhadap Nabi!

Mahfud MD Sebut Negara Bentukan Nabi Haram, Imam Shamsi Ali Marah: Ini Pembangkangan Terhadap Nabi!

Mahfud MD Sebut Negara Bentukan Nabi Haram, Imam Shamsi Ali Marah: Ini Pembangkangan Terhadap Nabi!

DEMOCRAZY.ID - Imam Masjid Islamic Center New York, Imam Shamsi Ali heran dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, yang menyebut haram mendirikan sistem Negara seperti yang dirikan oleh Nabi Muhammad. 


"Saya seringkali terheran-heran cara berpikir orang-orang yang harusnya pintar. Termasuk pintar memahami ajaran nabi dan defenisi negara itu sendiri," ujar Shasmi Ali, Rabu 6 April 2022.


Shamsli Ali menjelaskan, sebuah sistem kenegaraan itu involving atau berputar dan silih berganti. 


Tapi esensinya sama dengan yang dibawaka noleh nabi. Yaitu Negara yang maju, beradab, makmur dan adil. 


Imam Shamsi mengatakan, cara komunikasi Mahfud MD blunder. 


Pernyataan itu bisa dipahami bahwa Mahfud MD menantang ajaran Nabi Muhammad. 


"Pernyataan Prof. Mahfud MD tentang haramnya mendirikan negara yang sama dengan negara yang dirikan nabi, selain blunder komunikasi yang tidak tuntas, juga dapat dipahami sebagai penentangan kepada nabi. Ingat, “setiap umatku masuk syurga kecuali yang menentang” (hadits)..harus berhati-hati," katanya. 


Shamsi menilai, jika cara komunikasi Mahfud MD baik maka tidak perlu menyebut haram mengikuti gaya nabi mendirikan negara 


Negara yang dirikan Nabi, kata Samsi Ali, adalah negara yang berkemakmuran, berkeadikan, egaliter, inkslusif, merangkul semua pihak, 


"Apakah yang demikian haram? Kita diseru sopan dalam berkata. Harusnya pejabat sopan ke Rasulullah," ujarnya. 


Dia akui tidak mengerti yang disebut haram oleh Mahfud MD.


"Saya tidak tahu apa maksudnya haram. Apakah karena alat transportasinya onta? Ataukah karena parlemennya masjid? Atau karena pertahanannya pakai panah?" katanya. 


"Otak yang sehat kan tidak memahami negara nabi dengan hal-hal itu. Tapi bagaimana substansi sebuah negara: keadilan/kemakmuran," tuturnya.


Sebelumnya, Mahfud MD menilai, era moder sekarang, tidak bisa mendirikan negara seperti yang dibentuk Nabi Muhammad Salallhu'alihi wassalam (SAW) pada zaman dulu di Mekkah dan Madina. Mahfud MD bahkan menyebut haram hukumnya.


"Kita enggak bisa dan dilarang membentuk negara seperti yang dibentuk oleh nabi, enggak boleh. Haram hukumnya," ujar Mahfud MD saat memberikan saat Ceramah Tarawih di Masjid UGM, Sleman, Minggu 3 April 2022 kemarin. 


Mahfud MD menilai, negara islam yang bentuk oleh Nabi di Mekkah dan Madina sumber hukumnya jelas dari Alqur'an dan sunnah nabi. 


Sehingga saat itu jika ada sebuah permasalahan, rakyat bisa langsung bertanya kepada Nabi. 


"Karena negara yg dibentuk oleh nabi sumber hukumnya Allah dan nabi. Kalau ada apa-apa ini hukumnya turun dari Allah, ada peristiwa sesuatu nabi yang memutuskan ini hukumnya. Nah sekarang nggak ada lagi nabi. Oleh sebab itu sistem yang sekarang dibentuk nggak boleh seperti nabi," jelas Mahfud.


Dia bilang, dalam perkembangan era moder saat ini, ada berbagai hal baru yang tidak dibahas oleh nabi pada zamannya, misalnya informasi dan teknologi (IT). 


Sehingga jika saja negara dibentuk seperti zaman Nabi, maka hal-hal yang baru itu tidak bisa ditemui. Sebab tidak ada Nabi yang bisa menjelaskan dan wahyu pun sudah tidak diturunkan.


"Kalau ada hal baru, misalnya masalah perdagangan orang, masalah terorisme, ITE, itu enggak ada dulu. Sekarang kalau ada siapa yang buat, tanya ke nabi, nabi enggak ada, Allah, Allah enggak nurunkan lagi wahyu. Lalu siapa? Bentuk sistem negara menurut kebutuhan kita," sambungnya.


Oleh sebab itu pula, lanjut Mahfud, para ulama terdahulu membuat fatwa untuk terus memperjuangkan kemerdekaan demi diraihnya kebebasan dan kesempurnaan beragama. 


Mulai dari beribadah, naik haji, dan hak-hak lainnya.


"Lalu negaranya seperti apa? Kalau dalam hadis itu 'kutinggalkan padamu dua hal yang manakala kamu pegang kamu tak akan tersesat, yaitu Quran dan sunnah', hadist. Artinya karena nabi membentuk negara maka kita juga harus membentuk agama, itu ajaran nabi," jelas Mahfud MD. [Democrazy/fin]