-->

Breaking

logo

19 April 2022

Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Tertinggal dari Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya

Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Tertinggal dari Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya

Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Tertinggal dari Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya

DEMOCRAZY.ID - Eks Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyebut pembangunan di Malaysia saat ini tertinggal dari Indonesia. 


Mahathir mengaku semakin terkejut saat mengetahui pembangunan Malaysia juga berada di belakang beberapa negara Afrika.


Mahathir mengatakan Malaysia tidak siap menggunakan teknologi terkini untuk mencapai efisiensi dan membatasi korupsi. 


Menurutnya, Malaysia menolak menggunakan teknologi terkini karena dapat mengungkap perbuatan salah anggota parlemen negeri jiran tersebut.


“Saya siap menerima bahwa dari segi pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam. Tentu saja kami selalu berada di belakang Singapura,” tulis Mahathir melalui akun twitter @chedetofficial, Senin (18/4).


Lantas, bagaimana data sebenarnya di lapangan mengenai perekonomian antara Indonesia dengan Malaysia?


Pertumbuhan Ekonomi


Apabila melihat perbandingan dari Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) memang ada perbedaan antara Indonesia dengan Malaysia.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, GDP atau pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3,69 persen sepanjang tahun 2021. 


Sedangkan Malaysia pada tahun lalu berada di angka 3,1 persen. 


Untuk tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus 2,07 persen. 


Sedangkan Malaysia di dua tahun lalu bahkan mengalami kontraksi yang lebih dalam, yakni minus 5,65 persen. 


Selanjutnya di 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun itu mencapai 5,02 persen. Malaysia di tahun tersebut berada di angka 4,43 persen. 


PDB per Kapita


Untuk PDB per kapita, Malaysia lebih unggul daripada Indonesia. Untuk 2021, PDB per kapita Indonesia sebesar USD 4.349. 


Sedangkan Malaysia PDB per kapitanya mencapai USD 12.500.


Untuk PDB per kapita Indonesia di 2020 mencapai USD 3.911,7, sedangkan Malaysia PDB per kapita di periode yang sama sebesar USD 10.401. 


Untuk PDB per kapita Indonesia di 2019 mencapai USD 4.174,9 dan Malaysia USD 11.414,20.


Kemudahan Berusaha


Apabila melihat perbandingan kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) yang dirilis Bank Dunia, pada 2020 Indonesia berada di peringkat 73 dari 190 negara. 


Setahun sebelumnya, Indonesia juga tetap berada di posisi yang sama.


Sedangkan EoDB Malaysia di 2020 berada di peringkat 81,5. 


Peringkat tersebut berbeda sedikit dibandingkan tahun 2019 yaitu di 81,3. 


Laporan EoDB dari Bank Dunia disetop sementara di 2021 karena ada dugaan penyimpangan data.


Indeks Pembangunan Manusia


Selanjutnya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berdasarkan informasi di BPS tahun 2021, mencapai 72,29, meningkat 0,35 poin atau 0,49 persen. 


Di tahun 2020, IPM Indonesia tercatat 71,94, tumbuh 0,03 persen atau meningkat 0,02 poin. Pada tahun 2019, IPM Indonesia mencapai 71,92.


Sedangkan berdasarkan data dari UNDP, Human Development Index (HDI) atau IPM Malaysia di 2020 menempati peringkat ke 62 dari 189 negara dengan skor 0,810. 


Sementara Indonesia memiliki skor indeks 0,718 atau ranking 107 dari 189 negara.


Kesimpulan


Jika dilihat dari perbandingan keempat indikator ekonomi dan pembangunan tersebut, Indonesia unggul di dua indikator yakni pertumbuhan ekonomi atau PDB dan kemudahan berusaha.


Sedangkan Malaysia unggul dalam hal PDB per kapita, serta ranking Human Development Index (HDI) yang lebih tinggi dari Indonesia. [Democrazy/kumparan]