Breaking

logo

28 April 2022

Keras! Puan Sindir Tajam Capres Modal Ganteng Doang: Kalian Mau Pemimpin Kayak Gitu?

Keras! Puan Sindir Tajam Capres Modal Ganteng Doang: Kalian Mau Pemimpin Kayak Gitu?

Keras! Puan Sindir Tajam Capres Modal Ganteng Doang: Kalian Mau Pemimpin Kayak Gitu?

DEMOCRAZY.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani sempat berbicara terkait pemimpin yang paling tepat untuk dipilih. 


Dia meminta para kadernya tidak memilih pemimpin karena sering muncul di media sosial tapi tidak bisa bekerja.


Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani saat kunjungan ke DPC Wonogiri pada Selasa (26/4). 


Puan awalnya berbicara terkait pemimpin yang cinta Indonesia dan mau bergotong-royong.


"Saya minta itu adalah kembalilah ke jati diri akar Indonesia. Pilihlah orang yang betul-betul cinta Indonesia, dukung orang yang memang mau bergotong-royong untuk membangun bangsa ini bersama," kata Puan di depan kader PDIP seperti dikutip, Kamis (28/4/2022).


Puan lantas membeberkan alasannya terkait kriteria pemimpin tersebut. 


Dia menyinggung banyak orang yang suka memilih pemimpin asalkan ganteng, bukan perempuan, hingga sering muncul di media sosial meski tidak bisa kerja.


"Kenapa saya ngomong ini? Kadang-kadang sekarang kita ini suka 'yo wes lah dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan, yo wes dia saja walau nggak iso opo-opo tapi yang penting dia itu kalau di socmed, di TV itu nyenengin', tapi kemudian nggak bisa kerja, nggak deket rakyat," ucapnya.


"Mau atau nggak pemimpin kayak gitu?" tanya Puan.


"Nggak," jawab para kader PDIP.


Puan kemudian mengingatkan agar kadernya, khususnya di Wonogiri, memilih pemimpin yang mau membantu rakyat hingga memperjuangkan kebutuhan masyarakat Wonogiri. 


Dia meminta agar jangan asal memilih pemimpin yang hanya suka cari panggung.


"Jadi jangan kemudian kita itu asal pilih karena cuma kelihatan di panggung saja, panggung itu panggung media, panggung TV, panggung socmed, tapi pilih orang yang betul-betul pernah memperjuangkan kita, pernah bersama-sama kita, pernah bergotong-royong bersama kita. Setuju atau nggak?" ujar Puan.


"Setuju," jawab para kader lagi. [Democrazy/detik]