-->

Breaking

logo

20 April 2022

Kembali Berulah! Israel Serang Masjid Al-Aqsa, Ratusan Warga Palestina Terluka

Kembali Berulah! Israel Serang Masjid Al-Aqsa, Ratusan Warga Palestina Terluka

Kembali Berulah! Israel Serang Masjid Al-Aqsa, Ratusan Warga Palestina Terluka

DEMOCRAZY.ID - Israel kembali berulah. Pada Jumat pekan lalu, pasukan zionis Israel menyerang umat Muslim yang sedang beribadah di Masjid al-Aqsa, Yerusalem. 


Bentrokan pun tak bisa dihindari hingga sebanyak 152 warga Palestina terluka. 


Manuver Israel yang tiba-tiba menyerang tempat suci umat Islam tersebut memunculkan banyak kritik masyarakat internasional yang dinilai mencederai kesucian Bulan Ramadan.


Kali ini dipicu oleh serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan zionis Israel yang menyerbu Masjid al-Aqsa di Yerusalem. 


Serangan tersebut terjadi ketika ribuan ribuan orang berkumpul untuk salat selama bulan suci Ramadhan.


Aparat Israel tiba-tiba menutup gerbang dan menyerang jamaah yang tidak bersenjata di dalam masjid maupun di halaman luar Masjid al-Alqsa. 


Penyerbuan yang tidak bermoral tersebut akhirnya memicu bentrokan dengan para jamaah yang ada di tempat suci tersebut. Pasukan zionis begitu brutal menyerang membabi buta muslim yang sedang beribadah di masjid suci umat Islam tersebut. 


Meski tanpa senjata, para jamaah masjid melakukan perlawanan semampu mereka. 


Tidak sedikit pun takut raut wajah para warga Palestina meskipun pasukan Israel bersenjata canggih dan lengkap. 


Warga Palestina atau umat Muslim  pun menggunakan batu atau barang-barang yang ditemukan di masjid dan sekitarnya untuk melawan aksi kekerasan pasukan Israel. 


Bentrokan yang tidak seimbang tersebut menyebabkan 152 warga Palestina terluka.  


Aksi kekerasan pasukan zionis Israel memang sangat keterlaluan. 


Serangan brutal Israel tersebut telah melanggar tiga kesucian sekaligus, yaitu: melanggar kesucian tempat (Masjidil Aqsa), melanggar kesucian bulan (bulan suci Ramadan), dan melanggar kesucian HAM.  


Dunia pun gempar dengan aksi kekerasan pasukan zionis Israel. 


Banyak negara-negara di dunia yang menentang langkah Israel biadab tersebut. 


Mereka di antaranya Arab Saudi, Iran, Indonesia dan masih banyak negara lainnya. 


Indonesia selalu konsisten membela hak-hak warga Palestina yang terus ditindas Israel. 


Bahkan, sampai saat ini Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut karena dinilai sebagai negara agresor. 


Berbagai manuver Pasukan Israel ke Masjid al-Asqa tersebut memicu kemarahan internasional. Namun tetap saja Israel tidak memperdulikannya.   


Konflik Israel Palestina ini memang sudah terjadi sejak 1947 dan sangat pelik pemecahannya karena sudah banyak melibatkan banyak kepentingan. 


Intinya Israel ingin menguasai tanah yang seharusnya menjadi hak rakyat Palestina. 


Bisa dikatakan Israel menjajah wilayah palestina. Israel menjadi kuat posisinya karena didukung oleh oleh negara-negara Barat terutama Amerika Serikat baik secara persenjataan hingga lobi-lobinya di tingkat PBB. 


AS selalu membela kepentingan Israel meski berkali kali telah melanggar hukum internasional dengan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB. 


Hingga saat ini pun Israel posisinya aman karena selalu dibela negara-negara Barat. 


Keduanya sudah beberapa kali terlibat perang besar yang seringkali dimenangkan Israel hingga wilayah yang diduduki Israel makin besar. 


Berbagai perundingan juga telah digelar namun gagal mencapai solusi. 


Pernah juga muncul solusi dua negara, namun hingga kini keduanya belum memperoleh kata sepakat untuk mengkhiri konflik secara permanen. 


Ruwetnya penyelesaian konflik Israel Palestina ini membuat sejumlah kalangan menyebutnya sebagai mother of conflict. Karena konfliknya terus terjadi hingga kini. [Democrazy/inews]