Breaking

logo

04 April 2022

Kajian Politik Merah Putih: Era Orla Ada Soebandrio Menteri Segala Urusan Dijuluki 'Anjing Peking', Kalau Sekarang Siapa?

Kajian Politik Merah Putih: Era Orla Ada Soebandrio Menteri Segala Urusan Dijuluki 'Anjing Peking', Kalau Sekarang Siapa?

Kajian Politik Merah Putih: Era Orla Ada Soebandrio Menteri Segala Urusan Dijuluki 'Anjing Peking', Kalau Sekarang Siapa?

DEMOCRAZY.ID - Era Orde Lama (Orla) ada Soebandrio orang kepercayaan Soekarno mempunyai berbagai jabatan strategis dan dijuluki Anjing Peking oleh kalangan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. 


“Soebandrio menteri segala urusan era Orla disebut anjing Peking oleh para mahasiswa yang melakukan demonstrasi,” kata Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi kepada redaksi SuaraNasional, Senen (4/4/2022). 


“Soebandrio dijuluki Anjing Peking oleh mahasiswa lantaran pro terhadap Beijing,” ungkapnya.


Soebandrio ditunjuk Soekarno sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I dan sebagai Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri pada tahun 1962. 


Ia merangkap ketiga jabatan tersebut sekaligus sebagai Kepala Badan Pusat Intelijen hingga tahun 1966. 


Selain itu, sebagai anggota dari Komando Operasi Tertinggi dalam Operasi Dwikora dan Trikora, ia juga menyandang pangkat Laksamana Udara tituler di TNI Angkatan Udara.


Selain itu, Sutoyo mengatakan, Pemerintah China akan menyeret atau membuat perhitungan dengan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) jika sampai 3 periode atau perpanjangan masa jabatan presiden sampai gagal. 


“Karena syarat untuk meneruskan program One Belt One Road (OBOR) antara lain adalah perpanjangan masa jabatan dan atau 3 periode. China sudah jadikan LBP sebagai man of gate nya,” jelasnya. 


Tugas kepada Aut non tetaris, air perfice (laksanakan hingga tuntas atau jangan mengupayakan sama sekali) – (Ovid), sampai lupa diri kapan dirinya harus berhenti. 


“Karena beban dan bahaya yang sangat besar maka LBP akan jalan terus sementara kuasa Presiden sudah dilampaui kuasa LBP. Mustahil bisa mengingatkan apalagi menghentikan LBP,” pungkasnya. [Democrazy/SuaraNasional]


Sumber: SuaraNasional