Breaking

logo

03 April 2022

Jokowi Rajin Bagi-bagi BLT, Demokrat: Dulu Dikutuk Habis, Kini Dipakai Jadi Kamuflase Oligarki!

Jokowi Rajin Bagi-bagi BLT, Demokrat: Dulu Dikutuk Habis, Kini Dipakai Jadi Kamuflase Oligarki!

Jokowi Rajin Bagi-bagi BLT, Demokrat: Dulu Dikutuk Habis, Kini Dipakai Jadi Kamuflase Oligarki!

DEMOCRAZY.ID - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang rajin membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mendapat sindiran dari kader Partai Demokrat.


Terlebih kebijakan yang populer di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sempat dikritik oleh Jokowi dan PDIP sebagai kebijakan yang memanjakan rakyat.


Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengatakan Presiden Jokowi seperti menelan ludah sendiri. Bagaimana tidak, kebijakan yang dulu ditentang justru jadi andalannya saat ini.


“Apa benar ada BLT?. Era Presiden SBY program ini dielukan rakyat.Terutama yg amat miskin.Ketika Presiden Jokowi berkuasa, program BLT dikutuk habis,” kata Benny dikutip di akun Twitternya, Minggu (3/4/2022).


“Dianggapnya, itu program bikin rakyat manja,tidak mandiri,dan meninabobokan. Kini yg dikutuknya itu dihidupkan lagi. #RakyatMonitor,” sambungnya.


Politikus Demokrat lainnya, Yan Harahap bahkan mengungkapkan program BLT seperti menjadi kamuflase pemerintah yang semakin pro oligarki.


“BLT, program Pak SBY yg dulu mereka ‘cerca’ program tak mendidik, kini digunakan ‘kaum oligarki’ sbg ‘kamuflase’ agar terlihat seolah2 pro rakyat,” ungkapnya.


Dia menjelaskan pemerintah ingin terlihat seperti berpihak kepada rakyat. Sementara harga BBM dan beberapa kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.


“Pro rakyat? Tidak. Di sisi lain, mereka ‘menyiksa rakyat’ dgn menaikkan harga BBM&Gas yg berdampak pd kenaikan komoditas pangan dll,” tegasnya.



Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan akan menyalurkan BLT kepada 20,5 juta masyarakat akibat kenaikan harga minyak goreng tidak menyelesaikannya persoalan.


Saat awal pandemi Covid-19 hingga saat ini, BLT juga menjadi andalan pemerintah untuk membantu rakyat. [Democrazy/fajar]