-->

Breaking

logo

08 April 2022

Jokowi Dinilai Tak Punya Kapasitas Jalankan Tugas Pokok, Eggi Sudjana: Semuanya Disfungsional!

Jokowi Dinilai Tak Punya Kapasitas Jalankan Tugas Pokok, Eggi Sudjana: Semuanya Disfungsional!

Jokowi Dinilai Tak Punya Kapasitas Jalankan Tugas Pokok, Eggi Sudjana: Semuanya Disfungsional!

DEMOCRAZY.ID - Aktivis dan pengacara Eggi Sudjana menilai Jokowi sudah tak lagi mempunyai kapasitas dalam menjalankan tugas pokok sebagai Presiden RI.


Eggi Sudjana menegaskan bahwa dirinya menyebut Jokowi tak punya kapasitas dalam menjalankan tugas pokok sebagai Presiden RI bukan merupakan pernyataan yang mengada-ada atau bahkan menuduh tanpa dasar.


Eggi Sudjana mengungkapkan, Jokowi tak mempunyai kapasitas dalam menjalankan tugas pokok sebagai Presiden RI karena dia telah menguji hal tersebut berdasarkan latar belakang yang dia miliki.


"Saya menilai (Jokowi) tidak punya kapasitas, karena saya udah uji bukan saya omong kosong, bukan nuduh-nuduh," kata Eggi Sudjana sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 8 April 2022.


Eggi Sudjana menjelaskan, Jokowi sebagai Presiden RI memiliki empat tugas pokok yang harus dilaksanakan berdasarkan konstitusi yang berlaku.


Keempat tugas pokok tersebut adalah mensejahterakan rakyat Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga seluruh tumpah darah Indonesia, dan menjalankan politik bebas aktif untuk menjaga perdamaian dunia.


"Tugas pokok presiden ada empat, satu mensejahterakan rakyat, kedua mencerdaskan kehidupan bangsa, ketiga menjaga tumpah darah, keempat politik bebas aktif untuk menjaga perdamaian dunia," ujarnya.


Akan tetapi, Eggi Sudjana menilai Jokowi seolah tak mempunyai kapasitas untuk menjalankan keempat tugas pokok tersebut.


Pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1959 itu menganggap tugas pokok Presiden RI mengalami disfungsional sejak Jokowi mengemban jabatan tersebut.


"Dalam konteks empat tugas pokok itu, semuanya disfungsional," ucapnya.


Selain itu, Eggi Sudjana mempertanyakan sikap DPR RI yang seolah diam terhadap lemahnya kinerja Jokowi sebagai Presiden RI.


Dia juga mempertanyakan alasan DPR RI justru menjadi pengekor kebijakan Jokowi, mengingat mayoritas fraksi merupakan partai pendukung pemerintah.


"Kenapa juga DPR cicing wae, malah ngikutin kebijakan yang ada?," tuturnya. [Democrazy/kabarbesuki]