-->

Breaking

logo

24 April 2022

Jokowi Diduga Dapat Bisikan Sebelum Larang Ekspor Minyak Goreng, Kaesang Kah Orangnya?

Jokowi Diduga Dapat Bisikan Sebelum Larang Ekspor Minyak Goreng, Kaesang Kah Orangnya?

Jokowi Diduga Dapat Bisikan Sebelum Larang Ekspor Minyak Goreng, Kaesang Kah Orangnya?

DEMOCRAZY.ID - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi diduga mendapatkan bisikan terkait keputusan terbaru yang diambil yakni larangan ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) yang akan berlaku pada tanggal 28 April 2022.


Pengamat politik, Hersubeno Arief mempertanyakan kebijakan yang diucapkan oleh Jokowi yang memiliki kaitannya dengan putra bungsu dari mantang Gubernur DKI Jakarta itu, Kaesang Pangarep.


Sebab, Wilmar yang menjadi salah satu sponsor dari klub milik putra bungsu Jokowi tersebut, Persis Solo menjadi salah satu tersangka dalam kasus mafia minyak goreng.


Namun, sejak Wilmar ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung, Kaesang Pangarep langsung memutuskan hubungan kerjasamanya dengan Wilmar.


Dari hubungan antara Wilmar dan Kaesang Pangarep tadi, Hersubeno Arief mengatakan jika banyak orang yang curiga jika Jokowi memutuskan untuk melarang ekspor minyak goreng dan CPO karena adanya kepanikan.


Selain Hersubeno Arief, Rocky Gerung juga berpendapat adanya kemungkinan Jokowi mengambil keputusan larangan ekspor minyak dan CPO karena ada pihak yang memberikan bisikan kepada mantan Walikota Solo tersebut.


"Itu bukti bahwa koordinasi makro ekonomi politiknya enggak jalan. Kan sangat mungkin juga ada yang membisiki pak Jokowi untuk menghajar oligarki,” kata Rocky Gerung di akun YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official.


“Iya, oligarki itu bukan dihajar, tetapi dinyatakan bersalah. Kan begitu supaya ada perbaikan kebijakan," sambungnya.


Apa yang diputuskan Jokowi sepertinya akan berdampak efek domino terhadap ekonomi Indonesia karena salah satu perolehan terbesar negara berasal dari industri ekstraktif.


"Lalu nanti ibu Sri Mulyani bilang kalau kita enggak bisa lagi dapat rejeki dari komoditas, lalu Sri Mulyani bingung mau tarik pajak dari mana lagi, padahal Sri Mulyani bilang bahwa kita kelebihan Rp400 triliun itu karena ekspor komoditas batubara segala macam sekarang itu mau dibatalkan," ujar Rocky Gerung.


"Lalu orang bertanya nanti ibu kota negara (IKN) mau dibiayai dengan apa? Lalu pak Jokowi bingung lagi, tanya lagi sama pak Luhut dan pak Luhut bilang kemarin cuma ancaman, lalu akan dibuka kembali," ucap Rocky Gerung lagi. [Democrazy/hops]