-->

Breaking

logo

12 April 2022

Ironis! Setahun Jadi Wali Kota Harta Gibran Bertambah, Tapi Warga Solo Semakin Miskin

Ironis! Setahun Jadi Wali Kota Harta Gibran Bertambah, Tapi Warga Solo Semakin Miskin

Ironis! Setahun Jadi Wali Kota Harta Gibran Bertambah, Tapi Warga Solo Semakin Miskin

DEMOCRAZY.ID - Harta Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka disorot publik karena bertambah Rp4 miliar dalam setahun, tapi berbanding terbalik dengan kesejahteraan warganya. 


Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara atau LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, pada Januari 2022, terhitung harta kekayaan Gibran Rp25 miliar lebih, tepatnya Rp25.292.783.659. 


Diketahui jumlah tersebut naik sekitar Rp4 miliar jika dibandingkan setahun sebelumnya saat pertama Gibran dilantik menjadi wali kota, yakni sebesar Rp21.152.910.130.


Ironisnya, meningkatnya kekayaan anak Presiden Jokowi itu tak sebanding dengan angka kemiskinan Kota Solo yang makin bertambah. 


Namun begitu, Gibran menanggapi santai soal peningkatan harta pribadinya. 


“Wis [merevisi jumlah harta], Januari kemarin tak revisi, ada tambahan beberapa aset. Dilihat saja di LHKPN,” katanya seperti ditulis Bisnis pada Minggu, 10 April 2022.


Naiknya harta kekayaan dia dikarenakan adanya penambahan aset berupa tanah. 


Tak dipungkirinya bahwa utangnya pun bertambah karena kredit pemilikan rumah atau KPR. 


“Tambah sithik [utangnya]. Itu kan nganu, KPR. Tiap tahun kan pasti berkurang. Tambah sithik,” jelas ipar Wali Kota Medan Bobby Nasution itu. 


Adapun, berdasarkan Badan Pusat Statistik atau BPS, bertambahnya angka kemiskinan di kota kelahiran Presiden Jokowi itu karena tekanan pandemi Covid-19.


Kepala BPS Solo Totok Tavirijanto, menerangkan bahwa jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan sebelum pandemi 2019 sebanyak 45.180 penduduk atau 8,7 persen. 


Kata Totok, dalam kurun waktu dua tahun ini rakyat susah di Solo makin banyak, yakni meningkat menjadi 47.030 penduduk atau 9,03 persen di 2020 dan di 2021 menjadi 48.790 penduduk miskin atau 9,4 persen. 


“Kondisi ini per Maret 2021, jadi belum sampai akhir tahun. Tapi, fakta kemiskinan itu semakin meningkat terlihat karena Pandemi dimulai Maret 2020. Dibandingkan 2019, terjadi peningkatan yang signifikan,” jelas kepala BPS Solo itu. 


“Bertambahnya angka kemiskinan ini tentu diperlukan kerja bersama antar elemen dan strategi jitu agar keluar dari keterpurukan dan pengentasan kemiskinan kembali berhasil,” tutupnya. [Democrazy/terkini]