-->

Breaking

logo

06 April 2022

Harga Pertamax Naik, Jokowi: Menteri Tak Punya Empati!

Harga Pertamax Naik, Jokowi: Menteri Tak Punya Empati!

Harga Pertamax Naik, Jokowi: Menteri Tak Punya Empati!

DEMOCRAZY.ID - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara menyentil Menteri Kabinetnya. 


Khususnya kepada Menteri yang mengurus persoalan tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax.


Seperti yang kita ketahui, menteri yang mengurus persoalan BBM adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.


Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Menteri tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai kenaikan harga BBM Pertamax.


"Menteri tidak memberikan penjelasan apa-apa, mengenai ini, hati-hati! Kenapa Pertamax naik di ceritain dong ke rakyat, harus ada empati kita, kenapa ini enggak ada (empati)? Yang berkaitan dengan energi gak ada empati. Apa itu yang namanya memiliki sense of crisis?" tegas Jokowi dalam memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).


Presiden Jokowi mengatakan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang berlaku sejak 1 April 2022 tidak dapat terhindarkan. Sebab, situasi saat ini tidak mudah. B


aik dari sisi fiskal maupun moneter, sangat dipengaruhi oleh ekonomi global yang sedang bergejolak.


"Utamanya yang berkaitan dengan kenaikan inflasi hampir di semua negara. Kesadaran ini harus kita miliki dan dampak itu dirasakan betul oleh masyarakat saat kita turun ke bawah," kata Jokowi.


Kepala negara lantas memaparkan tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) sudah mencapai 7,9% (biasanya di bawah 1%), Uni Eropa 7,5% (biasanya di kisaran 1%), dan Turki 54%.


"Angka-angka seperti ini akan membawa kita yang saya kira sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan. Tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Gak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, gak mungkin. Oleh sebab itu, kemarin naik Pertamax," ujar Jokowi.


Oleh sebab itu, lanjut dia, kewaspadaan yang tinggi ini harus dilakukan setiap hari, setiap minggu.


"Harus dihitung terus bagaimana harga gas, dan terutama memang selain harga energi dan juga harga pangan. Dua hal ini yang menjadi sangat-sangat penting sekali untuk terus kita waspadai bersama dan harus selalu dirapatkan, dikonsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan," kata Jokowi.


"Dan sekali lagi selain rakyat, hampir di semua negara sudah mengalami ini, kita, masyarakat kita, rakyat kita juga mulai merasakan dampaknya dari kenaikan inflasi, kenaikan energi, kenaikan harga bahan pangan," lanjutnya. [Democrazy/cnbc]