Breaking

logo

26 April 2022

Duh! Survei Indikator Ungkap Kepuasan Kinerja Terhadap Ma'ruf Amin Sudah di Bawah 50%

Duh! Survei Indikator Ungkap Kepuasan Kinerja Terhadap Ma'ruf Amin Sudah di Bawah 50%

Duh! Survei Indikator Ungkap Kepuasan Kinerja Terhadap Ma'ruf Amin Sudah di Bawah 50%

DEMOCRAZY.ID - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei kepuasan kinerja Wapres Ma'ruf Amin. 


Temuannya, ada tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Wapres Ma'ruf Amin.


Dalam rilisnya, Selasa (26/4/2022), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan metode survei dengan populasi memiliki hak pilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. 


Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.


Dari jumlah sampel 1.220 orang, margin of error atau toleransi kesalahan sebesar +- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 


Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dengan teknik wawancara tatap muka langsung.


Survei dilakukan pada 14-19 April 2022 setelah demo mahasiswa menolak penundaan pemilu dan penetapan tersangka kasus minyak goreng oleh Kejaksaan Agung. 


Burhanuddin Muhtadi menilai survei dinamis dan dapat berubah-ubah dengan kondisi ekonomi hingga politik.


Responden diberi pertanyaan: Secara umum, apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin?


Desember 2021:

Sangat puas: 5,1%

Cukup puas: 48,6%

Kurang puas: 35,4%

Tidak puas: 7,3%

Tidak tahu/tidak jawab: 3,7%


Februari 2022:

Sangat puas: 4,7%

Cukup puas: 52,9%

Kurang puas: 31,7%

Tidak puas: 6,5%

Tidak tahu/tidak jawab: 4,1%


April 2022:

Sangat puas: 2,4%

Cukup puas: 42,8%

Kurang puas: 36%

Tidak puas: 9,4%

Tidak tahu/tidak jawab: 9,4%


Buhanuddin menjelaskan, pada Februari, yang puas terhadap Ma'ruf lebih tinggi, di atas 50 persen. 


Saat Februari itu pun yang puas terhadap Jokowi juga 71 persen.


"Tapi di April lagi-lagi tren kepuasan kepada Pak Jokowi atau Pak Ma'ruf itu turun. Cuma, gap antara kepuasan Pak Jokowi sebagai presiden dengan Pak Ma'ruf sebagai wapres itu lebar. Pak Jokowi masih ada 60 persen yang puas, sementara Pak Ma'ruf itu hanya 45,2 persen yang sangat puas atau cukup puas. Di bawah 50 persen," kata Burhanuddin.


Burhanuddin menjelaskan penyebab turunnya kepuasan kinerja terhadap Ma'ruf Amin, termasuk Jokowi. 


Penyebabnya adalah adanya inflasi dan kelangkaan minyak goreng.


"Ada yang lain. Karena terus terang kan, kalau alasannya inflasi, seharusnya kan tidak terlalu jauh. Beda antara Pak Ma'ruf dengan Presiden Jokowi. Dan pola gap kedua pemimpin kita dari tingkat approval rating ini kita temukan bukan hanya sekarang. Sebelumnya selalu ada gap 15-20 persen," ujar Burhanuddin.


Burhanuddin juga menjelaskan mengapa beda kepuasan terhadap Ma'ruf dan Jokowi cukup jauh. 


Menurut Burhanuddin, belum terlalu kelihatan kiprah Ma'ruf Amin oleh publik.


"Ya, sebenarnya sih dari dulu, ada ekspektasi kepada publik ya agar Pak Ma'ruf lebih sering muncul di publik. Tapi mungkin sejauh ini publik masih melihat Pak Ma'ruf belum terlalu kelihatan kiprahnya. Belum kelihatan bukan berarti tidak bekerja loh ya," imbuhnya. [Democrazy/detik]