Breaking

logo

03 April 2022

Desak Jokowi Tobat di Bulan Ramadhan, Gus Nur: Minta Maaf ke Rakyat Yang Kau Bohongi!

Desak Jokowi Tobat di Bulan Ramadhan, Gus Nur: Minta Maaf ke Rakyat Yang Kau Bohongi!

Desak Jokowi Tobat di Bulan Ramadhan, Gus Nur: Minta Maaf ke Rakyat Yang Kau Bohongi!

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah kontroversial, Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur mendesak Presiden Jokowi agar segera bertobat di bulan Ramadan ini dan meminta maaf karena telah membohongi rakyat. 


Pernyataan Gus Nur desak Jokowi tobat di bulan Ramadan itu diunggah penceramah tersebut lewat kanal YouTube Gus Nur 13 Official, seperti dilihat pada Minggu 3 April 2022. 


Dalam video berjudul ‘Romadon Bukan Alasan Untuk Diam Melihat Kedzoliman’ tersebut, awalnya Gus Nur menyinggung ucapan pihak yang memintanya tak menjelek-jelekkan orang lain di bulan Ramadan.


“Gus Nur, bulan Ramadan yah, puasa yah, jangan ngomong jelek-jelekan orang yah,” kata Gus Nur menirukan ucapan pihak yang memintanya berhenti menjelekkan orang lain selama Ramadan itu. 


Gus Nur pun kemudian menegaskan, di bulan suci Ramadan ini yang harusnya disuruh berhenti bukanlah dirinya melainkan para koruptor.


Menurutnya, para koruptor di bulan Ramadan ini harusnya bertobat dan mengembalikan harta hasil korupsi mereka disertai permintaan maaf kepada rakyat. 


“Justru di bulan Ramadan ini yang disuruh berhenti itu koruptor. Hei koruptor berhenti, bulan Ramadan manfaatkan umurmu, kembalikan harta korupsimu, taubatan Nasuha minta maaf kepada rakyat,” ucapnya. 


Tak hanya koruptor, Gus Nur juga meminta kepada buronan Harun Masiku agar berhenti melarikan diri dan segera menyerah di bulan suci Ramadan ini.


“Hai Harun Masiku, ini bulan suci Ramadan, menyerahlah. Buka kebenaran kalau memang kau masih hidup,” tuturnya. 


Selain itu, Gus Nur juga mendesak Presiden Jokowi segera tobat di bulan Ramadan ini dan meminta maaf kepada rakyat yang telah ia bohongi. 


“Hei Jokowi, ini bulan suci Ramadan, minta maaf kepada rakyat yang telah engkau bohongi, janji-janjimu tidak kau tepati. Minta maaf, taubatan Nasuha,” tegasnya. [Democrazy/terkini]