-->

Breaking

logo

20 April 2022

Demokrat Beri Wanti-wanti: Wacana Presiden 3 Periode Akan “Dimainkan” Lagi Setelah Lebaran!

Demokrat Beri Wanti-wanti: Wacana Presiden 3 Periode Akan “Dimainkan” Lagi Setelah Lebaran!

Demokrat Beri Wanti-wanti: Wacana Presiden 3 Periode Akan “Dimainkan” Lagi Setelah Lebaran!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewanti-wanti soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode. 


Demokrat melihat pengguliran wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode belum akan berakhir.


Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Andi Mallarangeng menilai wacana masa jabatan 3 periode bisa muncul lagi jika ‘pembisik’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menjelaskan baik dan buruknya secara utuh. 


Andi menyebut langgengnya usul penundaan pemilu jadi contoh bahwa Jokowi tidak mendapat penjelasan yang utuh.


“Kita harapkan pembisik Presiden Jokowi harus menyampaikan yang utuh dan benar. Tidak seperti saat ini, terkesan tidak utuh, sehingga sampai saat ini isu wacana penundaan pemilu masih terjadi yang mengakibatkan demo (penolakan),” kata Andi Mallarangeng dalam pertemuan di kediaman Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).


Pertemuan di kediaman Benny K Harman itu dalam rangka silaturahmi sekaligus diskusi soal politik Tanah Air. 


Selain Benny K Harman dan Andi Mallarangeng, sejumlah elite Demokrat yang turut hadir, antara lain Andi Arief, Michael Wattimena, Umar Arsal, dan tokoh senior Sarjan Taher.


Andi Mallarangeng yang tak lain adalah Mantan Menpora, menganggap usulan penundaan pemilu sudah selesai alias gagal. 


Dia menuturkan yang saat ini mesti diantisipasi yakni soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.


“Kalau perpanjangan pemilu saya anggap selesai saat demo kemarin. Tapi jangan salah, wacana tiga periode Presiden bisa saja dimainkan kembali usai lebaran. Makanya harus utuh pembisik kepada Presiden,” ujarnya.


Lebih jauh, Andi mengingatkan para menteri seharusnya patuh kepada Jokowi soal usul penundaan pemilu dan wacana presiden 3 periode. Menurutnya, koalisi pemerintah justru terlihat tidak kompak.


“Harusnya para menteri taat kepada atasannya yaitu Presiden, karena Presiden satu garis,” kata juru bicara kepresidenan era SBY itu.


“Partai politik sekarang hanya memikirin bagaimana berkoalisi di 2024,” ucap Andi.


Sementara itu, Benny K Harman lebih menyoroti soal internal Demokrat. 


Benny kembali mengingatkan perihal kesetiaan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum dan SBY.


“Apapun yang terjadi, wajib sebagai kader taat kepada AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Jadi kita sebagai kader harus setia kepada AHY. AHY adalah lokomotif Partai Demokrat, dan SBY adalah panutan kader,” tegas Benny. [Democrazy/rep]