-->

Breaking

logo

19 April 2022

BPIP: Rakyat Kini Mudah Terbelah, Semua Asalnya Dari Medsos dan Grup WA!

BPIP: Rakyat Kini Mudah Terbelah, Semua Asalnya Dari Medsos dan Grup WA!

BPIP: Rakyat Kini Mudah Terbelah, Semua Asalnya Dari Medsos dan Grup WA!

DEMOCRAZY.ID - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyoroti karakteristik masyarakat Indonesia saat ini yang mudah terbelah dan penuh rasa kebencian.


"Masyarakat saat ini situasinya mudah terbelah, yang penuh kebencian, prasangka buruk, dan itu semua asalnya dari media sosial, dari grup WhatsApp, dari Facebook, Twitter, atau Instagram," kata Benny dalam keterangan resminya diterima, Selasa (19/4).


Curhatan Benny ia lontarkan dalam acara Pembinaan Moderasi Beragama Bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik Regio Sulawesi di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (19/4).


Benny mengatakan karakter masyarakat seperti demikian menjadi persoalan bersama bangsa Indonesia saat ini. 


Ia juga menambahkan masyarakat saat ini sudah kehilangan sisi kemanusiaan, kemampuan memilah baik dan buruk dan cenderung reaktif.


Di tengah masyarakat yang mulai sulit menerima perbedaan dan kemajemukan, Benny menilai habituasi Pancasila bisa digunakan sebagai pemecah masalah bangsa.


"Habituasi Pancasila harus dilakukan dalam merawat kemajemukan. Pancasila harus menjadi dasar bertindak, berpikir, dan berelasi. Pancasila harus diinternalisasikan dalam kehidupan," ujar dia.


Lebih lanjut, Benny menyatakan aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari bagi bangsa Indonesia, tanpa terkecuali.


Karenanya, Benny mengemukakan BPIP menyusun pelbagai program dari terkait upaya habituasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat. 


Salah satunya, BPIP dan Kemendikbud kembali mengajarkan Pendidikan Pancasila dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi mulai Juli 2022.


"Sejak reformasi, Pancasila tidak pernah diajarkan lagi secara khusus, sehingga generasi muda sekarang ini tuna Pancasila. Sekarang, akan diajarkan kembali," kata dia.


Selain dari pendidikan dalam sekolah, Benny juga menyatakan bahwa pendidikan Pancasila harus diajarkan di lingkungan rumah. 


Salah satunya menumbuhkan rasa hormat kepada sesama dan mengajarkan keberagaman.


"Membiasakan anak untuk bergaul dengan orang-orang yang berlatar belakang berbeda, itu semua bentuk habituasi Pancasila," katanya. [Democrazy/cnn]