Breaking

logo

04 April 2022

Amien Rais: Pemimpin Yang Baik Tahu Kapan Dia Harus Mundur!

Amien Rais: Pemimpin Yang Baik Tahu Kapan Dia Harus Mundur!

Amien Rais: Pemimpin Yang Baik Tahu Kapan Dia Harus Mundur!

DEMOCRAZY.ID - Politikus senior yang juga Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais kembali mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 


Amien menyindir keduanya terkait wacana Jokowi lanjut 3 periode. 


Dia mengaku sudah merenung terkait berbagai persoalan bangsa termasuk munculnya isu Jokowi 3 periode. 


Amien menilai Jokowi-Luhut seperti mempertontonkan sandiwara politik. 


"Yang dipertontonkan oleh duet Jokowi-luhut, maaf makin lama, makin menggila. Makin ugal-ugalan," kata Amien dalam akun YouTube Amien Rais Official yang dikutip pada Senin, 4 April 2022.


Dia menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang tak kompeten. Ia bilang sudah pernah menulis hal ini dalam risalah kebangsaannya. 


Sebab, pemimpin yang baik itu paham kapan juga harus mundur.


"Tidak tahu kapan dia harus mundur. Pemimpin yang baik itu harus tahu persis kapan dia harus mundur," tutur eks Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu. 


Pun, dia mengatakan merujuk Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, masa jabatan Presiden RI maksimal dua periode. 


Namun, ia menilai dinamika politik saat ini seperti ada upaya memaksakan ada sidang MPR khusus dengan dalih amandemen terbatas untuk Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).


Amien menduga nantinya amandemen terbatas itu akan merambat ke isu lain yaitu soal perpanjangan masa jabatan Presiden. 


"Tapi, saya kira arahnya akan mengubah sejarah sangat apa. Sangat apa ya, namanya ugal-ugalan. Lebih dari itu ya. Sangat-sangat jahat, kan berikan periode lagi. Ini luar biasa," tuturnya. 


Kemudian, Amien juga menyingung soal perbedaan antara lama kepemimpinan raja dan Presiden. 


Menurutnya, raja wajar karena turun temurun dalam kekuasaannya.


Lalu, dia menyarankan agar Jokowi dan Luhut bisa berkonsultasi ke psikolog. 


Dia curiga dua tokoh itu menderita narsisistik megalomania. 


Dugaan itu karena mungkin ada sikap merasa paling tahu persoalan, paling benar dan menganggap pihak lain selalu salah serta bodoh.  


"Duet Jokowi dan Luhut, maaf ya Anda harus mengaca ke psikolog-psikolog yang objektif. Apakah Anda berdua sedang menderita narsisistik megalonia tadi," tutur Amien. [Democrazy/viva]