Breaking

logo

28 April 2022

Hendropriyono Sebut Dudung Pinter Ngaji, Agamis, dan Nasionalis Yang Berani

Hendropriyono Sebut Dudung Pinter Ngaji, Agamis, dan Nasionalis Yang Berani

Hendropriyono Sebut Dudung Pinter Ngaji, Agamis, dan Nasionalis Yang Berani

DEMOCRAZY.ID - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada era Megawati Soekarnoputri, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menyebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman sebagai seorang perwira yang punya kapasitas intelektual yang sangat baik, selain punya nyali yang besar.


Dia mengingat Dudung kala masih berpangkat Kapten sebagai Komandan Kompi Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama punya keberanian tinggi dan kepribadian terbuka.


"Saya ingin menyampaikan sesuatu tentang yang belum ada di buku itu. Ini DAR, Dudung Abdurachman Jenderal, yang saya bilang nyalinya besar, urat takutnya gak ada itu waktu Kapten dulu sebagai Komandan Kompi Senapan A Yonif 741 di Kuta, Bali, cari di-Google tak ada sampai ketemu," kata Hendro dalam peluncuran buku berjudul Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi di Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).


Hendro mengungkapkan, saat sudah berpangkat Letnan Jenderal (Letjen), ia mendapat laporan jika Dudung menegur seorang polisi yang baru lulus taruna sudah memiliki mobil. 


Suatu ketika, Hendro pernah bertemu dan bertanya langsung kepada perwira polisi itu tentang momen ditegur Dudung, dan tidak merasa sakit hati.


"Dari jauh saya lihat dia menegur seorang juniornya polisi, dia bilang kamu sini, kamu baru saja jadi polisi sudah punya mobil, saya motor saja tak punya. Itu Kapten menegur seorang perwira polisi yang baru lulus polisi. Itu di depan orang dan juniornya mengerti, paham. Saya tanya kemarin kamu dimarahi dan ditegur seniormu sakit hati gak? Enggak Pak. Jadi ini perlu ditulis di buku berikutnya," ucap Hendro.


Mertua Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa itu juga memiliki kenangan dengan Dudung yang berhasil mengendalikan anarko punk yang sedang menonton sebuah konser band terkenal di Denpasar pada 1995. 


Dudung yang masih Kapten, sambung dia, bersama anak buahnya berhasil mencegah anak-anak muda anarkistis tidak sampai beraksi merusak di ibu kota Provinsi Bali tersebut.


"Karena ada kejadian tahun 1994 Metallica main di Lebak Bulus, dan anarko punk bermain, saya ingat Kapten Dudung. Karena peristiwa Lebak Bulus itu Panglima Kodam Jaya turun sendiri, padahal waktu di Bali cuma Kapten yang turun, dan itu kita tepuk tangan," kata Hendropriyono.


Dia melanjutkan, Dudung juga memiliki mental kuat dan berani, selain pandai. 


Meski bukan peraih Adhi Makayasa, menurut Hendro, Dudung faktanya ditunjuk atasannya menjadi Gubernur Akmil pada 2018-2020. 


Dalam catatan Republika, ketika menjadi Gubernur Akmil, Dudung membangun patung Sukarno yang peresmiannya dihadiri Megawati, Hendropriyono, hingga Prabowo Subianto.


"Dan (Akmil) sangat berubah saya juga nengoikin, jangan main-main ini, trengginas juga, pemain tenis yang andal, juga golf, jago nembak juga, dan pinter nyanyi. Ngaji juga, ini kalau diadu musabaqah tilawatil quran bisa juara ini, jangan diajak, suaranya bagus sekali, dia orang agamis, orang nasionalis yang berani, berwawasan, kita doakan akan selalu sehat walafiat," kata Hendro menutup testimono sosok Dudung. [Democrazy/rep]