-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Ungkap Alasan Tinggalkan Islam, Pendeta Saifudin: Al-Qur'an Bolehkan Bunuh Kristen!

Ungkap Alasan Tinggalkan Islam, Pendeta Saifudin: Al-Qur'an Bolehkan Bunuh Kristen!

Ungkap Alasan Tinggalkan Islam, Pendeta Saifudin: Al-Qur'an Bolehkan Bunuh Kristen!

DEMOCRAZY.ID - Pendeta kontroversial, Saifudin Ibrahim membeberkan alasannya meninggalkan agama Islam dan menjadi penganut Nasrani. 


Menurutnya, ia menjadi murtad lantaran Alquran membolehkan membunuh Kristen.


Alasan Pendeta Saifudin Ibrahim tinggalkan Islam lantaran Alquran membolehkan membunuh umat Kristen ia sampaikan lewat videonya yang ditayangkan kanal YouTube Kesaksian Segala Bangsa, seperti dilihat pada Selasa 29 Maret 2022. 


Dalam video berjudul ‘Mengapa Saya Tinggalkan Agamaku’ yang tayang empat tahun silam itu, tampak Saifudin Ibrahim tengah ceramah di hadapan sejumlah orang.


Kepada sejumlah orang itu, ia membeberkan alasannya meninggalkan agama Islam yakni lantaran ingin pindah dari agama yang mematikan ke agama yang menghidupkan. 


“Kenapa saya meninggalkan Islam? Saya tinggalkan habis-habisan. Mau menghidupkan atau mematikan? Menghidupkan. Saya pindah dari mematikan untuk menghidupkan,” ujar Pendeta Saifudin.


Menurutnya, di kitab Kristen yakni Injil tak boleh membunuh manusia lain hanya karena berbeda keyakinan. 


Sementara di kitab Islam yakni Alquran, kata Saifudin, membunuh manusia berbeda agama diperbolehkan. 


“Di Injil boleh gak membunuh manusia lain karena berbeda keyakinan? Gak boleh. Tapi di Alquran boleh,” tuturnya.


Ia pun lantas membuktikan hal itu dengan mengutip Surat ke 9 ayat 9 di Alquran dimana dalam ayat itu Muslim dibolehkan membunuh umat Kristen maupun Yahudi. 


“Quran surat ke 9 ayat 9. Jadi menurut ayat itu, saya boleh dibunuh. Jadi orang kristen atau Yahudi berdasarkan ayat ini boleh dibunuh,” ungkapnya. 


Selain ayat tersebut, Pendeta Saifudin juga mengungkit ayat Alquran lainnya dimana dalam isi ayat itu umat Islam boleh mengusir penganut agama lain. 


“Quran surat ke 2 ayat 191, ‘Dimana saja kamu jumpa mereka, usir’. Boleh mengusir orang yang beragama lain di kampung kita,” ujarnya. [Democrazy/terkini]