-->

Breaking

logo

01 Maret 2022

Sejumlah Spanduk Wadas Dicopot Paksa, Satpol PP: Tak Berizin, Kata-kata Tidak Pas

Sejumlah Spanduk Wadas Dicopot Paksa, Satpol PP: Tak Berizin, Kata-kata Tidak Pas

Sejumlah Spanduk Wadas Dicopot Paksa, Satpol PP: Tak Berizin, Kata-kata Tidak Pas

DEMOCRAZY.ID - Satuan Polisi Pamong Praja Purworejo mengklaim penurunan sejumlah spanduk di Desa Wadas lantaran spanduk yang dipasang warga tersebut tidak berizin. Penurunan spanduk itu dilakukan pada Selasa (1/3).


"Secara umum, ya memang karena [pemasangan spanduk] tidak berizin dan ada kata-kata yang tidak pas," kata Kasatpol PP Purworejo Haryono saat dihubungi, Selasa (1/3).


Namun demikian, dia tak dapat merinci lebih lanjut mengenai kronologi pencopotan spanduk tersebut selama operasi berlangsung.


Ia hanya menjelaskan bahwa terdapat aksi penolakan dari warga sekitar selama proses pencopotan spanduk. Hal itu, kata dia, sempat membuat situasi tak kondusif.


"Memang warga menolak saat kami turunkan semua (spanduk)," jelas dia.


Haryono belum dapat merinci lebih lanjut berapa jumlah spanduk yang diturunkan oleh Satpol PP. 


Ia hanya mengatakan bahwa banyak spanduk tak berizin yang ditindak pihaknya.


Sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia mengatakan bahwa aksi itu penurunan spanduk oleh aparat tersebut merupakan pembungkaman warga Wadas atas aspirasinya.


Julian juga mengatakan aksi yang terjadi hari ini merupakan tanggung jawab kepala daerah.


"Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur harus bertanggung jawab atas pembungkaman tersebut. Pada hari ini sejumlah aparat dan Satpol PP mencopoti banner warga Wadas. Berbagai ekspresi rakyat berusaha dibungkam, bukannya memenuhi tuntutan rakyat untuk mencabut IPL," kata Julian kepada, Selasa (1/3).


Dalam data kronologi dari warga Wadas, disebutkan bahwa aparat gabungan datang ke Desa Wadas sejak pukul 09.00 WIB. 


Mereka menuju ke kantor Desa Wadas dan mulai mencopoti banner di sepanjang jalan.


Warga yang melihat pun menanyakan maksud dari aksi aparat tersebut. Namun, saat ditanya, warga mengatakan seluruh aparat tak ada yang menjawab.


Setelah diprotes warga, aparat pun dilaporkan memasang kembali banner yang sempat dicopot. [Democrazy/cnn]