-->

Breaking

logo

10 Maret 2022

Sadis! Pria Asia Jadi Korban Rasis di New York, Dipukuli Pakai Palu di Kereta Bawah Tanah

Sadis! Pria Asia Jadi Korban Rasis di New York, Dipukuli Pakai Palu di Kereta Bawah Tanah

Sadis! Pria Asia Jadi Korban Rasis di New York, Dipukuli Pakai Palu di Kereta Bawah Tanah

DEMOCRAZY.ID - Seorang pria Asia menjadi korban rasisme yang terjadi di kota New York, Amerika Serikat. 


Pria Asia itu dipukul menggunakan palu oleh orang tak dikenal di kereta api bawah tanah.


Satuan Tugas Kejahatan Kebencian Departemen Kepolisian New York melakukan penyelidikan atas dugaan serangan terhadap pria Asia. 


Korban yang diketahui berusia 29 tahun itu dipukul menggunakan palu beberapa kali di bagian kepala.


Menurut juru bicara NYPD, korban dan tersangka diduga terlibat cekcok sekitar pukul 21:15 waktu setempat. 


Namun tidak diketahui pasti penyebab perselisihan itu terjadi.


"Korban berusia 29 tahun dan tersangka diduga terlibat cekcok sekitar pukul 21.15 WIB. di stasiun kereta bawah tanah 14th Street 1, 2, 3," kata juru bicara NYPD, dikutip CNN, Kamis (10/3/2022).


Setelah serangan itu, layanan medis darurat pun dipanggil. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi stabil. 


Sayangnya dari insiden ini, NYPD masih terus memburu dan mencari tersangka yang melakukan kejahatan.


Diketahui insiden itu terjadi di tengah serangkaian serangan kereta bawah tanah baru-baru ini. 


Pejabat kota pun turun tangan dan menerapkan langkah-langkah keamanan baru untuk memerangi kejahatan.


Walikota Eric Adams, yang juga mantan petugas polisi dan Gubernur Kathy Hochul menyoroti inisiatif bersama bulan lalu untuk mengerahkan lembaga penegak hukum dan layanan sosial untuk mengatasi masalah ini.


Beberapa serangan diketahui menargetkan orang Amerika keturunan Asia, termasuk kematian Michelle Alyssa Go, yang didorong di depan kereta bawah tanah Times Square pada Januari lalu.


Pihak kepolisian menggambarkan kematiannya sebagai serangan acak dan tidak diselidiki sebagai kejahatan kebencian anti-Asia. 


Namun, kejahatan kebencian terhadap orang Amerika keturunan Asia telah meningkat secara signifikan selama dua tahun terakhir.


Peningkatan ini disebut oleh para ahli sebagai fanatisme anti-Asia terkait dengan pandemi Covid-19, yang berasal dari Wuhan, China.


Menurut kepala detektif NYPD, James Essig, di New York kejahatan kebencian yang melibatkan orang Amerika keturunan Asia meningkat dari 28 pada tahun 2020, menjadi sedikitnya 129 kasus di tahun 2021.


Tahun ini tercatat ada 54 insiden kejahatan yang terjadi dalam sistem Transit Kota New York. Padahal tahun lalu, kejahatan serupa tercatat hanya 19 kasus saja. 


Hal ini menandai adanya peningkatan sebesar 184,2 persen dalam kejahatan yang dilakukan dalam sistem transit, yang meliputi pencurian besar, perampokan, dan serangan kejahatan.


Tiga minggu lalu, seorang ilmuwan berusia 57 tahun dari Departemen Kesehatan NYC dipukul dengan palu beberapa kali dan dirampok di stasiun kereta bawah tanah Queens Plaza.


Dari insiden tersebut, seorang pria ditangkap dan didakwa dengan percobaan pembunuhan atas insiden tersebut. 


Diketahui korban dalam serangan itu, Nina Rothschild sedang belajar kembali cara berjalan dan menaiki tangga sambil menunggu pulih dari cedera, termasuk patah lengan. [Democrazy/era]