-->

Breaking

logo

23 Maret 2022

Pimpinan DPR Soal Minyak Goreng Mahal: Mafia Pangan Sengaja Diciptakan Dari Awal!

Pimpinan DPR Soal Minyak Goreng Mahal: Mafia Pangan Sengaja Diciptakan Dari Awal!

Pimpinan DPR Soal Minyak Goreng Mahal: Mafia Pangan Sengaja Diciptakan Dari Awal!

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menilai, mafia pangan memang sengaja diciptakan sejak awal. 


Untuk itu, dia meminta semua pihak meluruskan istilah mafia pangan di tengah isu kelangkaan minyak goreng.


"Kalau mafia pangan itu, menurut saya itu memang sengaja dari awal diciptakan," kata Rachmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2022).


Menurutnya, pemerintah harus bisa menjelaskan istilah mafia pangan. 


Jangan sampai ada pihak yang tidak bisa membedakan antara penimbunan dan penyimpanan.


Dia menjelaskan, pengusaha yang menyimpan minyak goreng untuk kebutuhan industri, maka tidak bisa disamakan dengan penimbunan.


"Jadi harus dipisahkan. Kalau misal ada pemerintah mengatakan mafia pangan, yang mana dimaksud," kata Rachmat.


"Kalau pabrik itu membutuhkan minyak goreng sebagai bahan baku, itu artinya penyimpanan bukan penmbunan. Nah, ini kita harus luruskan semua pengertian-pengertian daripada penyimpanan dan penimbunan, maupun juga mafia pangan atau tidak," paparnya.


Justru menurutnya, peraturan pemerintah lah yang perlu dievaluasi. Rachmat mengatakan, peraturan yang ada apakah sudah mampu membangun iklim berdagang dan investasi yang baik atau tidak. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru.


Regulasi yang ada, menurutnya belum cukup baik sehingga menciptakan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk meraup keuntungan. 


Contohnya, ketika pemerintah mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) persediaan minyak goreng tiba-tiba muncul kembali dipasaran walaupun dijual dengan harga yang cukup mahal.


"Menurut saya, persoalan pertama itu ada di peraturan pemerintah sendiri. Pemerintah harus evaluasi terhadap semua kebijakan-kebijakannya, jangan akhirnya menimbulkan masalah yang lain, jangan sampai akhirnya blunder semua," pungkasnya. [Democrazy/era]