-->

Breaking

logo

23 Maret 2022

Pemerintah Janji Ungkap Pekaku Mafia Minyak Goreng, Cuma Gimik?

Pemerintah Janji Ungkap Pekaku Mafia Minyak Goreng, Cuma Gimik?

Pemerintah Janji Ungkap Pekaku Mafia Minyak Goreng, Cuma Gimik?

DEMOCRAZY.ID - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan salah satu penyebab krisis minyak goreng yang terjadi karena ada permainan oknum mafia. 


Bahkan mengaku sudah mengantongi sejumlah target nama yang dijanjikan terungkap pada, Senin (20/3/2022).


Hanya saja sampai saat ini belum ada tanda-tanda terduga mafia minyak goreng itu diungkapkan kepada publik, seperti yang dijanjikan Menteri Perdagangan.


"Ada tiga target yang ditetapkan hari senin, minyak curah subsidi dilarikan ke industri menengah ke atas, minyak goreng curah subsidi jadi minyak goreng premium, dan minyak goreng curah subsidi malah dilarikan ke luar negeri. Jadi tiga tiganya ada calon tersangka. Nanti akan dikarungin oleh polisi," katanya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (18/3/2022).


Ketika dikonfirmasi kembali, kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, mengatakan target-target tersangka mafia minyak goreng sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. 


Namun untuk penetapan tersangka adalah domain dari Kepolisian.


Bahkan Oke melihat terkait kasus mafia minyak goreng ini bisa lebih besar dari apa yang sudah disampaikan oleh Menteri Perdagangan.


"Kita sudah punya target akan jadi (tersangka) kalau (pengumuman) tersangkanya bukan dari kami. Ada target saya nggak berani karena itu proses hukum. Saya bukan orang hukum ada lah nanti. Tapi kemungkinan bisa lebih besar dari apa yang disampaikan pak Menteri," kata Oke saat ditemui di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (21/3/2022).


Kepolisian juga masih berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan mengenai target-target minyak goreng yang dimaksud oleh Menteri Perdagangan.


"Terkait dengan minyak goreng banyak teman tanya sampai saat ini kami belum dapat respon. Apakah satgas pangan atau Diteksus (Direktorat Ekonomi Khusus) masih melakukan penelusuran," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, mengutip detikcom, Senin (21/3/2022).


"Ya tentu kita harus menjawab karena itu pernyataan seorang pejabat, namun kami sudah komunikasi tapi belum mendapat respon. Mungkin kaitannya lagi melakukan pertemuan," tambahnya.


Sementara dari kacamata pengusaha, kesal karena produsen minyak goreng disebut-sebut sebagai penyebab kelangkaan yang terjadi.


"Lihat saja barcodenya, produksi kapan? Kalau produksi Januari sama Februari jelas itu penimbunan. Kita jengkel juga mendengar seolah - olah produsen minyak goreng penyebab semua kemelut ini," kata Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga.


Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel juga mengatakan tidak ada yang namanya mafia minyak goreng. Namun ini merupakan kesalahan tata niaga pembuat kebijakan.


"Yang ada adalah kesalahan kita dalam mengatur dan membuat kebijakan. Itu saja. namanya pengusaha ya cari untung. Dia melihat ada celah dalam peraturan, lengah ya dia masuk. Jadi jangan kita langsung mencap ini adalah mafia," katanya kepada wartawan di sela pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali, Senin (21/3/2022). [Democrazy/cnbc]