-->

Breaking

logo

22 Maret 2022

Organisasi Syarikat Islam Siap Bentuk Gugus Tugas Anti-Islamofobia

Organisasi Syarikat Islam Siap Bentuk Gugus Tugas Anti-Islamofobia

Organisasi Syarikat Islam Siap Bentuk Gugus Tugas Anti-Islamofobia

DEMOCRAZY.ID - Organisasi ulama Syarikat Islam (SI) siap membentuk desk anti-Islamofobia. Kesiapan itu sebagai dukungan melestarikan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. 

 

"Ini agama welas asih yang bisa membawa dunia ke dalam kedamaian penuh sejahtera alias agama rahmatan lil alamin," ujar Sekretaris Jenderal SI, Ferry Joko Juliantono, melalui keterangan tertulis, Senin, 21 Maret 2022.

 

Menurut dia, fokus Syarikat Islam ke depan lebih pada dakwah ekonomi dan membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi umat. Namun, Islamofobia menjadi masalah sosial yang dapat menghambat hal tersebut.


Ferry menunjukkan contoh bagaimana mereka yang selama ini mengembangkan Islamofobia, justru menjadi pihak yang senantiasa menunjukkan kekejian. 


Misalnya, negara Zionis Israel yang tanpa alasan menyerang rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa pada 2021.

 

Sementara di sisi lain ada ada sikap humanis Taliban saat memenangkan Afghanistan dan mengusir keluar Amerika Serikat. 


Mereka mempersilakan pasukan AS dan warga berbagai negara asing untuk pulang ke negara mereka.

 

“Itu berbeda jauh dengan peristiwa Perang Vietnam juga Kamboja, yang menimbulkan masalah kemanusian,” kata dia.

 

Menurut Ferry, semua itu sejatinya tak lepas dari kepemimpinan Pesiden Joe Biden yang mulai berkuasa tahun lalu. Biden, dengan pertimbangan internal mereka yang tak lepas dari peran Council on American Islamic Relations (CAIR), berhasil mendorong Partai Demokrat menginisiasi UU Anti-Islamophobia dan sukses digoalkan di wilayah hukum. 

 

Di sisi lain, Ferry mengimbau seluruh Muslim Indonesia menyadari persoalan yang mereka hadapi saat ini. 


Menurut dia, desk Islamofobia berupaya membangun kesadaran dan kebanggaan menjadi seorang Muslim.

 

"Sebab hanya orang yang bangga yang bisa diajak membangun negara dan berjuang meraih kesejahteraan hidup yang lebih baik,” kata Ferry. [Democrazy/medcom]