-->

Breaking

logo

23 Maret 2022

Nurul Ghufron: Mereka Yang Ditangkap KPK Adalah Sampah!

Nurul Ghufron: Mereka Yang Ditangkap KPK Adalah Sampah!

Nurul Ghufron: Mereka Yang Ditangkap KPK Adalah Sampah!

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron angkat bicara soal kepala daerah yang masih terjerat korupsi. 


Dia bilang, mereka yang ditangkap anak buahnya adalah sampah dari produk politik.


"Kenyataannya memang apa yang ditangkap oleh KPK adalah hilir atau sampah dari produk politik yang gagal," kata Ghufron dalam sebuah acara yang dikutip Rabu, 23 Maret.


Ghufron mengatakan kegagalan ini terjadi karena proses kontestasi politik seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) berbiaya tinggi. 


Sehingga, mereka harus putar otak demi mengembalikan modal saat menduduki jabatannya.


"Dan itu tidak mungkin dari gaji resmi. Karena gajinya tidak mencukupi," tegasnya.


"Makanya kemudian dia harus berpikir dengan menyalahgunakan kuasa, izinnya dia jual, kuasa sumber daya manusianya diperjualbelikan, kuasa PBJ pengadaan barang dan jasa dia perjualbelikan dan semua yang sesuai dengan tipe-tipe daerahnya," imbuh Ghufron.


Kondisi inilah, sambung dia, yang jadi perhatian lembaganya. 


Apalagi, komisi antirasuah kini bak pembersih di mana sampah produk politik terus bertambah.


"Ini memang menjadi masalah bersama," ungkapnya.


"Mestinya produk politik kontestasi politik atau pemilu itu melahirkan pemimpin yang seandainya sampah bolehlah 10 persen atau 5 persen. Tapi kalau kebalik, sampahnya yang lebih banyak ini tidak selesai," jelas Ghufron.


Lebih lanjut, Ghufron juga mengingatkan masyarakat harus berpartisipasi untuk menghentikan jumlah pejabat korup.


 Salah satu caranya, bisa dengan menolak pemberian uang.


Dia bilang, pencegahan korupsi di bidang politik memang tak bisa maksimal ketika rakyat masih tergiur dengan pemberian uang dari para calon.


"Mari kita proses pemilu ataupun demokrasi ini demokrasi yang sehat dan dewasa," pungkas Ghufron. [Democrazy/voi]