-->

Breaking

logo

17 Maret 2022

Ngaku Terima Ancaman Pembunuhan, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketakutan dan Minta Tolong Pejabat Ini

Ngaku Terima Ancaman Pembunuhan, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketakutan dan Minta Tolong Pejabat Ini

Ngaku Terima Ancaman Pembunuhan, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketakutan dan Minta Tolong Pejabat Ini

DEMOCRAZY.ID - Menko Polhukam Mahfud Md meminta Polri mengusut Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Kementerian Agama (Kemenag) menghapus 300 ayat Al-Qur'an. 


Saifuddin Ibrahim menanggapi pernyataan Mahfud ini.


Saifuddin mengaku diancam dibunuh setelah video permintaannya untuk menghapus 300 ayat itu viral. 


Ancaman itu datang setelah dia berada di Amerika Serikat (AS). Saifuddin meminta Mahfud menangkap pengancamnya.


"Untung saya kemarin itu viralnya setelah saya di Amerika. Dan sekarang diancam oleh Julius mualaf itu. Katanya mau mengirim pembunuh bayaran untuk saya. Coba Pak Mahfud, tangkap dia itu. Kalau Bapak itu memang Menko Polhukam. Dia sudah mengirim ancaman kepada Saifuddin Ibrahim," ujar Saifuddin melalui akun channel YouTube-nya, Kamis (17/3/2022).


Dia lantas mempertanyakan permintaan Mahfud soal pengusutannya. Dia justru menantang siap dihukum mati.


"Bagaimana maksud Pak Mahfud Md menyebut saya ini penista agama, hukumannya 6 tahun. Jangankan 6 tahun, mati pun saya pun siap. Hukuman mati pun saya siap menjalaninya. Asal kematian saya untuk membela orang-orang minoritas," tuturnya.


Selain itu, Saifuddin meminta Mahfud menangkap Ustaz Abdul Somad hingga Felix Siauw. Menurutnya, mereka adalah pemecah belah.


"Tangkap Abdul Somad. Abdul Somad itu pemecah belah," katanya.


"Felix Siauw, Nandar. Tangkap itu orang," sambungnya. [Democrazy/dtk]