-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Mulai Terkuak! Pemecatan Terawan Dari IDI Diduga Adanya Rebutan Lahan

Mulai Terkuak! Pemecatan Terawan Dari IDI Diduga Adanya Rebutan Lahan

Mulai Terkuak! Pemecatan Terawan Dari IDI Diduga Adanya Rebutan Lahan

DEMOCRAZY.ID - Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra mengaku heran dengan pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


Dia mensinyalir mantan Menteri Kesehatan RI sengaja digusur lantaran dia sudah mulai merambah ke bidang kesehatan lainnya. 


Terawan selama ini dikenal sebagai dokter radiologi, namun belakangan dirinya juga menangani banyak masalah kesehatan lainnya.


"Masalah ini justru tampak ada perbedaaan pandangan personal komunikasi dengan organisasi  atau ada dugaan 'rebutan lahan' karena Dokter Terawan yang dianggap sebagai dokter radiologi justru masuk ke bidang dokter spesialis lainnya," kata Azmi Syahputra kepada wartawan Selasa (29/3).


Adapun pemecatan Terawan dilakukan karena berbagai alasan, salah satunya soal pembuatan vaksin merah putih yang digagasnya. 


Azmi Syahputra merasa ganjil dengan alasan pemecatan itu, kata dia, seharusnya Terawan didukung karena temuan-temuan terbarunya bukan sebaliknya justru ditendang dari keanggotan IDI.


"Metode yang ditemukan dr Terawan semestinya bisa menjadi aset intelektual bangsa karenanya hal ini perlu ditangani dan peran pemerintah dengan langkah cepat dan bijak," tuturnya. 


Lebih lanjut, Azmi menyebut jika Dokter Terawan memang dianggap dokter yang memiliki multi kemampuan di bidangnya, seharusnya didorong untuk studi lanjut. 


Kalau perlu difasilitasi laboratoriumnya atau dibuat tim terpadu untuk melakukan penelitian di bidang yang ia temukan.


"Tentunya diberikan jaminan berupa royalti atas hak kekayaan intelektual temuannya tersebut. Ini adalah solusi terbaik yang adil dan bijak untuk ditempuh, bukan langsung dilakukan pemecatan,"


Ia juga menganggap, IDI sebagai rumah bagi ilmuwan dan profesional tidak bijaksana melakukan pemberhentian. 


Karena IDI mempunyai fungsi yang strategis yakni menghimpun segenap potensi dokter dari seluruh Indonesia.


"IDI juga berfungsi menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat serta kehormatan profesi kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, termasuk meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia untuk menuju masyarakat sehat dan sejahtera," tutupnya. [Democrazy/wre]