-->

Breaking

logo

12 Maret 2022

Minta Seluruh Gubernur Bawa Tanah dan Air Daerahnya, Jokowi Akan Jalani 'Ritual' Saat Kemah di IKN

Minta Seluruh Gubernur Bawa Tanah dan Air Daerahnya, Jokowi Akan Jalani 'Ritual' Saat Kemah di IKN

Minta Seluruh Gubernur Bawa Tanah dan Air Daerahnya, Jokowi Akan Jalani 'Ritual' Saat Kemah di IKN

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berkemah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tanggal 13 hingga 14 Maret 2022.


Di lokasi kemah Jokowi, nantinya akan dilangsungkan prosesi pengisian Kendi Nusantara di lokasi IKN. 


Gubernur yang hadir dalam acara kemah tersebut diharuskan membawa tanah dan air dari daerah masing-masing.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berencana akan mengambil air dan tanah di Kutai Lama Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin menjelaskan sesuai pesan Protokol Istana, semua air dan tanah yang dibawa harus memiliki ceritanya.


“Nanti air dan tanah itu akan dimasukan dalam tempat bernama Nusantara, air dan tanah itu akan diserahkan ke Pak Gubernur untuk dimasukan ke dalam tempat bernama Nusantara itu,” ujarnya.


Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam catatan sejarah Kutai Lama menjadi pusat Kerajaan Kutai Kertanegara selama empat abad sebelum berpindah ke Jembayan dan terakhir di Tenggarong.


“Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad ke-14,” tuturnya.


Selain itu, Kesultanan Kutai Kartanegara, sebelum melakukan Erau terlebih dulu mengambil air dari Sungai Kutai Lama. 


Kemudian dibawa ke Keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi Erau.


“Ritual Ngalak Air mengandung pesan filosofis agar selalu mengingat asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan. Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong.


Namun keluarga Kesultanan Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek moyang mereka,” jelasnya.


Dia mengatakan demi melancarkan rencana pengambilan air dan tanah di Kutai Lama ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara.


Selain itu juga akan segera melakukan koordinasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, Camat serta Kepala Desa Kutai Lama.


“Biasanya untuk mengambil air Tuli ini, dibawa kelengkapan ritual seperti beras wija kuning, wijen hitam yang dicampur dupa, air tepong tawar, arang yang membara, kembang, dan beberapa butir telur. Namun untuk kegiatan IKN, ini bisa disederhanakan namun tidak mengurangi maknanya,” tandasnya.


Air 'Keramat' dari Sumber Mata Air Oemau Rote Ndao Dibawa ke IKN Nusantara


Air yang dinilai memiliki sejarah dari sumber mata air Oemau di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 


Sebelum dibawa ke IKN Nusantara, digelar ritual adat khusus dengan menyembelih seekor domba.


Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu mengungkapkan rasa bangganya, lantaran air yang memiliki sejarah di wilayahnya tersebut ikut terpilih membawa air dan tanah ke IKN Nusantara.


Sebelum dibawa ke IKN Nusantara, Bupati Paulina menyerahkan air tersebut bersama sejumlah maneleo (tokoh adat) kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.


“Kami ambil airnya dari sumber mata air Oemau, sebelum ambil air kita lakukan ritual adat sebagaimana yang telah ditanamkan oleh leluhur yang kita junjung tinggi, sehingga airnya sampai di Kupang,” katanya.


Dikemukakannya, air dari Oemau dipilih dibawa ke IKN Nusantara karena menjadi sumber mata air paling terkenal di Rote Ndao yang kaya akan sejarah.


“Memang Oemau sudah terkenal dan bersejarah sejak dahulu kala, sehingga kami ambil airnya dari situ,” ujarnya. [Democrazy/oke]