-->

Breaking

logo

12 Maret 2022

Luhut Blak-blakan Dukung Penundaan Pemilu, Jokowi Diingatkan Potensi Terjadinya Kudeta Militer

Luhut Blak-blakan Dukung Penundaan Pemilu, Jokowi Diingatkan Potensi Terjadinya Kudeta Militer

Luhut Blak-blakan Dukung Penundaan Pemilu, Jokowi Diingatkan Potensi Terjadinya Kudeta Militer

DEMOCRAZY.ID - Mantan aktivis 98 Andi Arief mengingatkan Presiden Jokowi terkait maksud terselubung Luhut Panjaitan soal Pemilu 2024 ditunda yang berkaitan dengan perpanjangan jabatan presiden.


Basis alasan yang disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, mestinya tidak dijadikan landasan bagi Presiden Jokowi untuk mengamini usulan penundaan pemilu.


Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, yang disampaikan melalui akun Twitternya, Sabtu (12/3).


Dalam postingannya, Andi Arief menyindir Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dari kelompok sipil.


Apabila Presiden Jokowi tidak tegas usulan penundaan pemilu.


Sebab menurut Andi Arief, ancaman bagi Jokowi sangat besar jika mengamini usulan tunda pemilu.


“Kalau sipil tak sanggup kelola negara dan politik, termasuk kekacauan konstitusi, sering jadi pintu masuk kudeta militer,” ujar Andi Arief.


Lebih dari itu, mantan aktivis 98 ini juga mengingatkan Jokowi terkait maksud terselubung Luhut yang menyampaikan hasil olah big data yang menyebut mayoritas pemilih Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra, mendukung pemilu ditunda.


“Jika big data faktanya mendukung kudeta militer tentu harus dicegah. Bukan malah menjadi sumber legitimasi,” katanya.


“Terlalu sederhana alasanmu Jorginho,” tandas Andi Arief menyindir. [Democrazy/pojok]