-->

Breaking

logo

11 Maret 2022

Klaim Indonesia Berhasil Keluar Dari Krisis Pandemi, Sri Mulyani: Ini Sebuah Prestasi, Bukan Biasa Saja!

Klaim Indonesia Berhasil Keluar Dari Krisis Pandemi, Sri Mulyani: Ini Sebuah Prestasi, Bukan Biasa Saja!

Klaim Indonesia Berhasil Keluar Dari Krisis Pandemi, Sri Mulyani: Ini Sebuah Prestasi, Bukan Biasa Saja!

DEMOCRAZY.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Indonesia mampu memanfaatkan krisis sebagai momentum. 


Di mana ini menjadi kesempatan untuk reformasi dan perbaikan sistem di dalam negeri.


Hal ini disampaikan oleh Sri Mulyani saat menerima penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Bhakti Upa Bhaksana dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (11/3/2022). 


”Kita bisa keluar dari krisis ini bisa sebagai prestasi, bukan biasa saja. Kita harus terus optimis badai bisa berlalu,” katanya.


Pandemi ini menjadi tantangan terbesar di abad ini. 


Hal ini disebabkan karena respon APBN yang fleksibel dalam memulihkan ekonomi di tahun 2021 dengan pertumbuhan mencapai 3,6 ppersen.


Meskipun di tahun lalu juga sempat ada pukulan dari varian delta, namun PDB riil Indonesia di tahun 2021 melebihi level di masa prapandemi. 


Sementara itu banyak negara yang belum mampu kembali ke level prapandemi.


”Pemulihan ekonomi ini mampu mendorong tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup masif i tahun 2021. Tercatatat ada 2,6 juta lapangan kerja baru tercipta pada periode Agustus 2020-Agustus 2021,” katanya.


Pemulihan ekonomi ini juga mampu membawa tingkat kemiskinan di level single digit menjadi 9,7 persen pada September 2021. Padahal di tahun 2020 mengalami perburukan akibat pandemi.


”Ketimpangannya juga membaik di level 0,381 per September 2021,” ucapnya.


Pemulihan ekonomi ini juga diikuti dengan pemulihan kesehatan di APBN. Sebab di tahun 2021 APBN memiiki kinerja yang positif. 


Penerimaan negara tumbuh kuat sebesar 21,6 persen, sedangkan belanja negara tumbuh 7,4 persen.


”Dengan demikian defisit APBN bisa ditekan pada level 4,65 persen dari PDB, padahal rancangan awal pada 5,7 persen dari PDB,” jelasnya. [Democrazy/era]