-->

Breaking

logo

11 Maret 2022

Keluarga Dokter Sunardi: Tuduhan Teroris Tidak Mendasar, Jiwa Sosial Beliau Sangat Tinggi

Keluarga Dokter Sunardi: Tuduhan Teroris Tidak Mendasar, Jiwa Sosial Beliau Sangat Tinggi

Keluarga Dokter Sunardi: Tuduhan Teroris Tidak Mendasar, Jiwa Sosial Beliau Sangat Tinggi

DEMOCRAZY.ID - Jenazah pelaku tindak pidana terorisme berinisial SU yang tewas saat hendak ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror tiba di rumah duka, Rt 01/07 Bangun Sari, Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah.


Pantauan di lokasi,  kedatangan jenazah, disambut Isak tangis keluarga.


Salah satu keluarga, Ustadz Endro Sudarsono mengatakan, setelah jenazah tiba, langsung disholatkan di rumah duka.


Rencana, jenazah akan dimakamkan malam ini juga selepas Isya di pemakaman muslim, Polokarto, Sukoharjo.


"Jenazah malam ini juga, selepas sholat Isya langsung di makamkan di pemakaman muslim, Polokarto," papar Ustad Endro Sudarsono pada MPI, Kamis (10/3/2022) malam.


Menurut Ustadz Endro, pihak keluarga sangat menyesalkan kejadian tersebut pasalnya, keluarga tidak meyakini bila SU yang berprofesi sebagai dokter umum ini termasuk kedalam jaringan terorisme seperti yang dituduhkan pada almarhum.


"Kami dari pihak keluarga tidak percaya bila almarhum ikut jaringan teroris seperti yang dituduhkan. Tuduhan itu tidak mendasar, karena jiwa sosial almarhum begitu tinggi," ungkap Ustad Endro.


Semasa hidup, ungkap Ustad Endro, almarhum dikenal memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi. 


Bahkan, semasa hidup, almarhum ikut terlibat didalam penanganan bencana alam dan membantu sesama.


"Almarhum semasa hidup memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi. Baik di klinik dimana almarhum mengabdi, maupun di masyarakat. Bahkan, setiap ada bencana, almarhum ikut didalamnya," jelas Ustad Endro.


Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah. 


Informasi yang diterima, terduga teroris tewas saat proses penangkapan. [Democrazy/oke]