-->

Breaking

logo

17 Maret 2022

Kejati DKI Temukan Satu Kontainer Minyak Goreng Hendak Diekspor ke Negara Ini

Kejati DKI Temukan Satu Kontainer Minyak Goreng Hendak Diekspor ke Negara Ini

Kejati DKI Temukan Satu Kontainer Minyak Goreng Hendak Diekspor ke Negara Ini

DEMOCRAZY.ID - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menemukan satu unit kontainer berisi minyak goreng yang akan diekspor ke Hong Kong. 


Dalam operasi itu, Kejati DKI menggandeng Kantor Pelayaran Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok melakukan pemeriksaan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT AMJ.


"Pemeriksaan dilakukan distribusi minyak goreng kemasan yang diekspor dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022).


Adapun hasil pemeriksaan, tim penyelidik menemukan satu unit kontainer 40 feet nomor kontainer BEAU 473739 6 yang di dalamnya terdapat 1.835 karton minyak goreng kemasan merek tertentu. 


Di mana, ribuan karton minyak itu akan diekspor PT AMJ bersama-sama dengan perusahaan lainnya ke Hong Kong.


"Bahwa ekspor satu kontainer minyak goreng kemasan yang akan dilakukan oleh PT AMJ tersebut terindikasi melawan hukum karena dilakukan dengan menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.


Terkait temuan satu unit kontainer tersebut, tim penyelidik meminta pihak Kantor Pelayaran Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk diamankan dan tidak dipindahtempatkan atau dikeluarkan dari terminal kontainer JICT 1 sampai dengan proses hukum selesai.


"Bahwa dari ekspor yang telah dan akan dilakukan oleh PT AMJ tersebut memberikan dampak kerugian perekonomian negara dengan adanya kelangkaan minyak goreng kemasan di Indonesia dan memberikan keuntungan tidak sah kepada PT AMJ sejumlah kurang lebih Rp400 juta per kontainer," tuturnya.


Diberitakan sebelumnya, Kejati DKI Jakarta tengah mengusut kasus mafia minyak goreng yang masuk kualifikasi tindak pidana korupsi. 


Kasus ini diduga dilakukan oleh PT. AMJ bersama sejumlah perusahaan lain.


Kepala Seksi Pusat Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan, penyelidikan tersebut dilakukan setelah Kepala Kejati DKI Jakarta Reda Manthovani mengeluarkan surat perintah penyelidikan.


"Penyelidikan tersebut ditandai dengan ditandatanganinya Surat Perintah Penyelidikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi DKIJakarta, Dr.Reda Manthovani, SH.,LL. M.,NomorSprinlid:Print- 848/M.1 Fd.1/03/2021 tanggal 16 Maret 2022," kata Ashari melalui keterangannya dikutip.


Ashari mengatakan, PT AMJ bersama perusahaan-perusahaan lain diduga melakukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan pada tahun 2021 hingga 2022. 


Sehingga berdampak pada perekonomian negara hingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan. [Democrazy/oke]