-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Jokowi Geram Impor, PKS: Mudah-mudahan Tak NAJO, No Action Jengkel Only!

Jokowi Geram Impor, PKS: Mudah-mudahan Tak NAJO, No Action Jengkel Only!

Jokowi Geram Impor, PKS: Mudah-mudahan Tak NAJO, No Action Jengkel Only!

DEMOCRAZY.ID - Anggota DPR Fraksi PKS Mustafa Kamal menyampaikan keprihatinan atas pernyataan Presiden Jokowi terkait penggunaan barang impor. 


Mustafa hal itu merupakan kegagalan afirmasi dalam mencintai produk dalam negeri.


Hal itu disampaikan Mustafa Kamal dalam interupsinya dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022). 


Mustafa interupsi terkait pernyataan Jokowi yang geram karena masyarakat masih menggunakan barang impor.


"Saya mohon berkenan untuk meresonansi apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi di Badung Bali kemarin pada saat aksi afirmasi bangga buatan Indonesia. Saya prihatin di atas prihatin, kenapa, karena beliau menyampaikan bahwa intinya kegagalan kita dalam melakukan afirmasi bangga buatan Indonesia. Kalau saja 40 persen itu dibelokkan, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 1,71 persen kata Pak Jokowi," kata Mustafa.


Anggota Komisi X DPR ini menilai ironi karena minimnya penggunaan produk dalam negeri. 


"Saya kira ini satu ironi, oleh karenanya saya prihatin di atas keprihatinan. Pada saat Indonesia sudah merdeka, menjelang 77 tahun, reformasi, tapi kita belum bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan mencintai dan menggunakan barang sendiri," kata Mustafa.


Mustafa menyebut hal ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah. 


Dia meminta pemerintah untuk mengambil langkah sistematis untuk afirmasi produk dalam negeri.


"Saya kira ini kegagalan kita semua dan saya berharap ada upaya sistematis untuk affirmative action sampai tahun 2024 sehingga pemerintahan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya, Pak Jokowi-Pak Maruf Amin pada periode ini dengan baik," ujarnya.


Mustafa lantas berharap apa yang disampaikan Jokowi tidak hanya di mulut saja tapi juga ada aksi yang harus dilakukan untuk mewujudkan kesukaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.


"Dan affirmative action itu mudah-mudahan tidak terkena fenomena NATO, no action talk only, atau NAJO, no action jengkel only. Mudah-mudahan kita betul-betul menjadi bangsa yang beraksi atas apa yang dikatakan dan kemudian berbuat dengan sungguh-sungguh. Sehingga kementeiran kita semuanya sukses dan DPR mengawal dengan sebaik-baiknya," katanya. [Democrazy/dtk]