-->

Breaking

logo

22 Maret 2022

Ibu Wanita Berjilbab Tabrak Polres Pematang Siantar Minta Maaf Sambil Menangis, Ungkap Fakta Mengejutkan

Ibu Wanita Berjilbab Tabrak Polres Pematang Siantar Minta Maaf Sambil Menangis, Ungkap Fakta Mengejutkan

Ibu Wanita Berjilbab Tabrak Polres Pematang Siantar Minta Maaf Sambil Menangis, Ungkap Fakta Mengejutkan

DEMOCRAZY.ID - Wanita berjilbab tabrak SPKT Polres Pematang Siantar ternyata sering mendengarkan ceramah dan kajian dari media sosial Youtube.


Tidak hanya itu, pelaku yang bernama Fitri Arni Motandang (23) itu juga memaksa orang tuanya ikut mengikuti ceramah dan kajian yang ia ikuti.


Hal itu diungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putera Simanjuntak, Selasa (22/3/2022).


“Memang rajin melaksanakan ibadahnya. Namun dalam sehari hari juga sering mendengarkan ceramah-ceramah dari YouTube dan meminta kepada orangtuanya untuk mendengarkan,” ungkap Panca.


Namun, dulunya sikap Fitri itu tidak seperti itu. Ia berubah sejak beberapa waktu lalu.


“Menurut orangtuanya ini perilaku yang berbeda dari sebelumnya,” jelasnya.


Panca juga mengungkap, perilaku Fitri itu berubah setelah menikah dengan suami keduanya.


Namun, biduk rumah tangga Fitri dengan suami keduanya itu pada akhirnya tak bisa dipertahankan.


Fitri juga sudah ditalak tiga oleh suami keduanya.


Perilaku Fitri itu semakin memuncak setelah berpisah dengan suaminya.


“Pelaku memiliki pemahaman yang sedikit berbeda dengan orangtuanya, dari aspek agamanya,” kata Panca.


Sementara orang tuanya adalah seorang purnawirawan. Hal itu yang membuat pelaku marah dan tidak terima.


“Karena orangtuanya seorang purnawirawan, dianggap berseberangan dengan pahamnya,” sambung Panca.


Suami kedua Fitri kemudian mengajak untuk rujuk dengan syarat harus mau menikah lagi.


Tapi rencana itu ditolak oleh pihak keluarganya.


“Akan tetapi pihak keluarga tidak setuju pelaku rujuk dengan suaminya,” ujar Panca.


Ibu Minta Maaf sambil Menangis


Sementara, ibu pelaku, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan kepolisian atas tindakan anaknya.


Wanita berjilbab coklat itu menyampaikan permintaan maaf di samping Kapolda Sumut.


Permohonan maaf itu disampaikan sang ibu sembari menangis histeris.


“Mohon maaf kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada masyarakat yang telah terganggu karena anak saya. Anak saya silap,” ucap ibu Fitri Arni Matondang.


Ibu tersebut menyatakan, tindakan anaknya itu benar-benar di luar kuasa dan kehendak orang tua.


“Karena kami juga keluarga polisi. Perbuatan anak saya di luar pikiran kami, pak. Kami mohon maaf,” sambungnya. [Democrazy/pojok]