-->

Breaking

logo

20 Maret 2022

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka di Tengah Isu Minyak Goreng, Rocky Gerung Sebut Luhut 'The Untouchable'

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka di Tengah Isu Minyak Goreng, Rocky Gerung Sebut Luhut 'The Untouchable'

Haris Azhar dan Fatia Jadi Tersangka di Tengah Isu Minyak Goreng, Rocky Gerung Sebut Luhut 'The Untouchable'

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyoroti isu Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan.


Rocky Gerung menyebut Luhut 'The Untouchable' ketika Haris Azhar dan Fatia jadi tersangka di tengah hangatnya isu harga minyak goreng.


Rocky Gerung menyebut isu minyak goreng masih terus berlanjut bersamaan dengan penetapan tersangka kepada Haris Azhar dan Fatia karena keresahan di kalangan masyarakat masih merebak dimana-mana.


Rocky Gerung juga mengatakan bahwa keresahan masyarakat akibat isu minyak goreng makin meningkat ketika Megawati Soekarnoputri melontarkan pernyataan yang seolah-olah mengabaikan nasib pedagang gorengan.


"Saya kira isu minyak goreng masih terus berlanjut karena keresahan masyarakat dimana-mana, dan kejengkelan ditambahkan karena Ibu Mega menganggap itu isu sampingan," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 20 Maret 2022.


Rocky Gerung menegaskan bahwa minyak goreng merupakan bagian dari kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia khususnya di Indonesia.


Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, 'emak-emak' tidak ingin negara mengganggu urusan minyak goreng yang saat ini terkesan sulit didapatkan karena harganya yang mahal.


Sebaliknya kata dia, 'emak-emak' justru ingin negara memberikan jaminan agar minyak goreng dapat diperoleh dengan harga terjangkau.


"Soal minyak goreng ini kebutuhan pokok hidup manusia, dan bagi emak-emak itu sesuatu yang nggak boleh diganggu-ganggu oleh negara, justru hal yang harus dilindungi negara," ujarnya.


Bersamaan dengan bergulirnya isu minyak goreng hingga kini, Haris Azhar dan Fatia telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Luhut.


Filsuf kelahiran Manado itu mengatakan bahwa penetapan tersangka untuk Haris Azhar dan Fatia merupakan pengendalian politik yang disponsori oleh oligarki.


"Tapi kita balik dulu pada hal lain yang juga bisa menyebabkan kita kehilangan kepercayaan pada pemerintah, yaitu ditersangkakannya Saudara Haris Azhar dan Fatia. Dan orang menganggap bahwa ini juga pengendalian politik yang justru disponsori oleh oligarki," katanya.


Sebaliknya, dia juga menyebut Luhut sebagai 'The Untouchable' karena sangat sulit tersentuh hukum meski dianggap telah mencemarkan nama baik 100 juta orang Indonesia dengan klaim big data yang digembar-gemborkannya.


"Kalau kita lihat isunya hari-hari ini, Pak Luhut seolah-olah 'The Untouchable' yang nggak bisa disentuh oleh hukum kendati beliau udah mencemarkan nama baik 100 juta orang dengan big data-nya itu," ujar dia.


Di sisi lain, Rocky Gerung juga turut membandingkan apa yang disuarakan oleh Haris Azhar dan Fatia dengan Luhut.


Dia menyebut bahwa Luhut merupakan representasi dari kepentingan oligarki, sementara Haris Azhar dan Fatia mewakili suara reformasi dari rakyat kecil yang menginginkan pemerintahan yang bersih dari KKN melalui riset.


"Sementara Haris Azhar dan Fatia itu mewakili suara reformasi yaitu anti KKN dalam upaya untuk menghasilkan kembali Indonesia yang bersih melalui riset," ucapnya.


Terakhir, Rocky Gerung juga menertawakan kejanggalan hukum di Indonesia karena dianggap tidak adil dalam menerapkan tindakan hukum antara kelompok pro kekuasaan dengan oposisi.


"Jadi bedanya tuh, Haris dan Fatia dilaporkan karena bikin research, sementara Pak Luhut itu bebas-bebas aja, bohong tentang big data itu dan gak mau buka datanya," tuturnya. [Democrazy/kabes]