-->

Breaking

logo

19 Maret 2022

Haris Azhar dan Fatia Ditetapkan Jadi 'Tersangka' Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Haris Azhar dan Fatia Ditetapkan Jadi 'Tersangka' Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Haris Azhar dan Fatia Ditetapkan Jadi 'Tersangka' Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

DEMOCRAZY.ID - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memasuki babak baru. 


Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatian Maulidiyanti selaku terlapor kini ditetapkan sebagai tersangka.


"Iya," singkat Fatia saat dihubungi, Jumat (18/3/2022). 


Fatia membenarkan kabar dirinya dan Haris Azhar telah ditetapkan sebagai tersangka.


Fatia belum menjawab lebih lanjut soal sejak kapan dia dan Haris ditetapkan tersangka. 


Pihaknya akan menggelar konferensi pers terkait hal ini, Sabtu (19/3) besok.


"Besok lagi ya dijelasinnya," singkatnya.


Terpisah, kuasa hukum Fatia Maulidiyati dari LBH Jakarta, Neslon Nikodemus Simamora mengatakan pihaknya akan memberikan penjelasan resmi besok dalam konferensi pers.


"Kami akan jelaskan besok secara resmi lewat konferensi pers," kata Nelson.


Seperti diketahui, Luhut Panjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti pada September 2021. 


Luhut menempuh jalur hukum setelah somasi yang dilayangkan kepada keduanya tidak digubris.


"Kamu (Haris Azhar dan Fatia) sudah disomasi sama Pak Juniver (pengacara Luhut) dua kali kan sudah cukup," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9/2021).


Dasar laporan Luhut itu berawal dari konten video Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti di YouTube. 


Dalam konten video itu, keduanya menyinggung soal dugaan Luhut terlibat dalam bisnis tambang di Papua.


Luhut juga telah meminta keduanya agar menyampaikan permintaan maaf atas tudingannya tersebut, tapi tidak pernah ada respons. 


Dia menyebut laporan ini pun diambil untuk menjaga nama baiknya dan keluarga besarnya.


"Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak-cucu saya. Jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah (minta) maaf nggak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan," terang Luhut.


Pengacara Luhut, Juniver Girsang, mengatakan ada tiga dugaan pelanggaran pidana yang dilaporkan Luhut ke polisi. 


Dugaan pelanggaran itu dari UU ITE hingga penyebaran berita bohong yang diatur dalam Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 UU ITE Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.


"Memang Pak Luhut langsung yang membuat melaporkan. Ini buktinya, dan pasal yang sudah dilaporkan ini ada sampai 3 pasal. Pertama UU ITE, kemudian pidana umum, dan kemudian juga ada mengenai berita bohong," katanya.


Laporan Luhut Panjaitan itu diterima pihak Polda Metro Jaya. Laporannya teregister dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021. [Democrazy/dtk]