-->

Breaking

logo

19 Maret 2022

Erick Thohir: Indonesia Negara Muslim Dengan Ekonomi Kuat, Tapi Konsumtif

Erick Thohir: Indonesia Negara Muslim Dengan Ekonomi Kuat, Tapi Konsumtif

Erick Thohir: Indonesia Negara Muslim Dengan Ekonomi Kuat, Tapi Konsumtif

DEMOCRAZY.ID - Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045. 


Pada masa tersebut, Indonesia akan bersanding dengan 9 negara lainnya seperti China, India, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Mexico, Jepang, Jerman, dan Inggris.


Menteri BUMN Erick Thohir  mengatakan Indonesia akan menjadi satu-satunya negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang masuk dalam jajaran negara dengan ekonomi terbesar.


“Kita akan jadi negara muslim secara ekonomi yang terbesar di dunia pada saat itu. Tapi kita tidak boleh berpuas diri,” ujar Erick dalam Acara Multaqo VII OIAA, Sabtu (19/3).


Tidak hanya itu, menurut Erick pada tahun 2025 mendatang, populasi muslim dewasa akan tumbuh 12 persen dari 161 juta di 2015 menjadi 184 juta di 2025. 


Kemudian dari segi pendapatan, populasi middle income class muslim juga akan semakin kuat. 


Naik dari 39,9 persen di 2015 menjadi 57,6 persen di 2025.


Sayangnya, ada fakta lain yang cukup menggelitik bagi Erick. Ternyata selama ini Indonesia tercatat sebagai negara yang konsumtif. 


Indonesia menduduki peringkat keempat dunia dalam perkembangan ekonomi syariah yang direpresentasikan oleh konsumsi di enam sektor riil yaitu keuangan, fashion, perjalanan, media dan rekreasi, makanan serta kosmetik dan farmasi.


“Ketika kita bicara ekonomi keislamannya, kita ini tingkat konsumtifnya itu nomer empat terbesar di dunia. Apakah fashion, makanan, perjalanan umroh dan haji, farmasi dan kosmetik dan lain-lain,” ujarnya.


Sayangnya, dari sisi produksi, Indonesia tidak masuk dalam daftar lima besar. 


Saat ini, Argentika dan Amerika Serikat justru tercatat sebagai negara yang mendominasi produksi makanan halal. 


Sedangkan produk halal lainnya justru diproduksi oleh negara-negara yang bukan dengan mayoritas penduduk muslim.


“Ada yang salah. (Produsen produk halal) lima besar itu Brasil, India, AS, Rusia dan Argentina. Bukan Indonesia. Kita hanya konsumtifnya. Padahal ekonominya akan terus tumbuh,” tandasnya. [Democrazy/kmp]