-->

Breaking

logo

10 Maret 2022

Elite PDIP Bela Jokowi: Membandingkan Ekspor Mobil CBU dan Esemka Tidak Masuk Akal!

Elite PDIP Bela Jokowi: Membandingkan Ekspor Mobil CBU dan Esemka Tidak Masuk Akal!

Elite PDIP Bela Jokowi: Membandingkan Ekspor Mobil CBU dan Esemka Tidak Masuk Akal!

DEMOCRAZY.ID - Ekspor mobil CBU yang dilepas Presiden Joko Widodo dari Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa kemarin (8/3), hanya menjadi kebanggaan semu. 


Sebab, Jokowi seolah lupa dengan produk asli dalam negeri yang dulu pernah ia sangat banggakan, mobil Esemka.


Soal pandangan tersebut, anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan, kebanggaannya Jokowi atas ekspor itu karena menjadi upaya meningkatkan ekonomi nasional yang babak belur dihantam pandemi selama kurang lebih dua tahun ini.


“Ekspor apapun kalau diproduksi di Indonesia kita harus bangga dong karena manfaat ekonominya besar," kata Deddy Sitorus, Kamis (10/3).


"Tidak hanya dari devisa tetapi tenaga kerja, alih tekhnologi, pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur dan kawasan industri, pajak, bahan baku dan kandungan produk dalam negeri,” sambung legislator PDI Perjuangan ini.


Bahkan, kata Deddy, membandingkan ekspor CBU dengan mempertanyakan Esemka, adalah hal tidak logis. 


Pasalnya, mobil Esemka hanya untuk dalam negeri bukan untuk diekspor.


"Membandingkannya dengan Esemka itu tidak apple to apple alias tidak masuk logika, sebab Esemka adalah inisiatif untuk kita mampu memproduksi sendiri, bukan untuk ekspor. Sampai sekarang itu juga masih sulit karena ekosistem industrinya belum mendukung,” katanya.


Dia menambahkan, membangun ekosistem industri mobil nasional di dalam negeri itu tidak mudah dari sisi teknologi, pembiayaan, persaingan pasar dan harga jual serta supply chainnya.


"Lihat saja bagaimana Malaysia yang sudah puluhan tahun masih kesulitan dengan Protonnya, China yang begitu kaya dan maju juga masih sulit bersaing dengan negara seperti Korea, Jepang dan Eropa serta Amerika,” katanya.


"Jadi aneh kalau orang bertanya kenapa Pak Jokowi bangga kalau kita mampu mengekspor mobil meski bukan mobil nasional. Sampai sekarang kita belum punya mobil nasional,” demikian Deddy. [Democrazy/rmol]