-->

Breaking

logo

24 Maret 2022

Elektabilitas Dirinya Rendah, Respons Puan: Saya Gak Peduli Survei, Yang Penting Kerja dan Kerja

Elektabilitas Dirinya Rendah, Respons Puan: Saya Gak Peduli Survei, Yang Penting Kerja dan Kerja

Elektabilitas Dirinya Rendah, Respons Puan: Saya Gak Peduli Survei, Yang Penting Kerja dan Kerja

DEMOCRAZY.ID - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani mengaku tak mau ambil pusing soal berbagai hasil survei yang menunjukkan elektabilitas rendah.


Puan mengklaim akan fokus bekerja. Menurutnya, yang terpenting adalah berkontribusi dan bermanfaat untuk bangsa.


"Saya enggak pernah lihat juga hasil surveinya yang penting saya kerja kerja saja. Jadi tujuan dari kerja saya itu kan Insya Allah itu nantinya bisa bermanfaat," kata Puan, Selasa (22/3).


"Walaupun tidak bisa bermanfaat secara maksimal, paling tidak saya mempunyai kontribusi dalam membangun bangsa dan negara. Ya sudahlah saya kerja saja sekarang," imbuhnya.


Puan tak menampik bahwa dirinya mempunyai ambisi dalam berpolitik. 


Menurut dia, ambisi diperlukan agar seseorang mempunyai semangat dalam menjalankan tugas.


"Yang harus pertama dilakukan itu buat saya ambisi. Kalau enggak punya ambisi, kita enggak punya semangat. Kita kan harus punya semangat juga dong untuk melakukan semua kerja kerja," ucapnya.


Meski begitu, Puan tak berkomentar banyak terkait rencana pencalonan dirinya menjadi presiden atau wakil presiden pada 2024. Ia mengaku masih fokus sebagai ketua DPR.


"Saya selalu inginnya mengalir aja karena saya memahami bahwa apa yang saya kerjakan, walaupun tidak sempurna saya sudah berusaha secara maksimal," ujar dia.


Puan disebut-sebut akan maju pada 2024. Pasalnya, sudah banyak baliho yang memajang wajahnya dengan tulisan 'Kepak Sayap Kebhinnekaan'. 


Banyak pihak berpendapat pemasangan baliho itu adalah manuver untuk menaikkan elektabilitas Puan.


Namun, Hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden atau capres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menurun meski baliho "Kepak Sayap Kebhinnekaan" disebar di sejumlah daerah dan viral di media sosial.


Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) juga menunjukkan elektabilitas Puan Maharani di mata pemilih perempuan atau emak-emak di Jawa Timur hanya sebesar 1,3 persen.


Nama Puan berada di urutan 11 atau bawah 10 tokoh lain, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Ridwan Kamil dan tokoh lainnya.


Survei itu merupakan penelitian yang dilaksanakan sejak 1-10 Februari 2022, menyasar 38 kota/kabupaten di Jatim. Total, terdapat 1.070 responden yang dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. 


Margin of errornya, kurang lebih tiga persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.


Hal serupa terjadi di hasil survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) pada Januari 2022. 


Melalui survey yang dilakukan pada 15-27 Januari 2022 di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur menyatakan, persentase elektabilitas Puan hanya 2,9 persen.


Posisi Puan berada di urutan ke sembilan. Di bawah Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, Mahfud MD dan Ganjar Pranowo. [Democrazy/cnn]