-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Dua Investor Susul SoftBank Mundur Dari Proyek IKN Baru, Rocky Gerung: Kegagalan Sudah di Depan Mata!

Dua Investor Susul SoftBank Mundur Dari Proyek IKN Baru, Rocky Gerung: Kegagalan Sudah di Depan Mata!

Dua Investor Susul SoftBank Mundur Dari Proyek IKN Baru, Rocky Gerung: Kegagalan Sudah di Depan Mata!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung mengungkapkan alasan Softbank lebih memilih untuk menanamkan investasi di Timur Tengah ketimbang Ibu Kota Negara (IKN) baru.


Rocky Gerung menilai Softbank lebih memilih investasi di Timur Tengah karena potensi kegagalan proyek IKN baru yang sangat kuat.


Rocky Gerung bahkan mengungkapkan keputusan Softbank menandakan sebuah sinyal dari investor asing bahwa Timur Tengah jauh lebih layak sebagai tempat investasi yang menguntungkan dibandingkan dengan IKN baru.


"Karena sinyal Softbank itu artinya sinyal dari investor asing. Dia memang masih berupaya pergi ke Timur Tengah, mungkin untuk bujuk Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, segala macem karena mereka memang punya dana yang banyak," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa, 29 Maret 2022.


Rocky Gerung menegaskan, investor umumnya cenderung memilih untuk menanamkan investasi pada sesuatu hal jika potensi keuntungannya sangat menjanjikan.


Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia itu bahkan menyebut sinyal kegagalan proyek IKN baru semakin kuat jika duta besar negara-negara Timur Tengah di Indonesia buka suara.


Dia menyebut bahwa duta besar negara-negara Timur Tengah di Indonesia akan berpikir bahwa Presiden Jokowi akan gagal membangun IKN baru jika Softbank menyatakan mundur untuk mendanainya, terlebih jika melihat demo mahasiswa yang berlangsung pada Senin, 28 Maret 2022 kemarin.


"Tapi yang namanya investasi, mereka (investor) mau lihat potensinya baik apa enggak? Kalau misalnya negara-negara Arab ini melalui duta besar mereka yang ada di Jakarta melihat demo mahasiswa, mereka udah pasti berpikir bahwa 'Ini (IKN) pasti bakal batal lah'," ujarnya.


Lebih lanjut, Rocky Gerung juga menilai bahwa investor asing tak akan mau menanamkan investasi di IKN baru jika banyak masyarakat yang mendemo, terlebih dari kalangan mahasiswa.


Filsuf asal Manado itu bahkan juga menyampaikan poin dari pemberitaan di sebuah media massa nasional terkait perkembangan IKN baru yang selalu jadi sorotan internasional karena potensi untuk mangkrak di kemudian hari.


"Mana mungkin mau investasi di IKN baru yang setiap hari didemo orang, apalagi mahasiswa. Info dari B****s.com itu terkait pemantauan internasional dan potensi batalnya atau mangkraknya proyek itu," katanya.


Atas dasar tersebut, dia juga menyampaikan bahwa pernyataan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono untuk mengajak masyarakat menghimpun dana pembangunan IKN baru menandakan sikap 'menyerah' yang ditunjukkan investor asing termasuk Softbank.


"Yang salah sebetulnya adalah Ketua Otorita udah bilang kalau funding aja, itu artinya internasional udah nyerah dong," ujar dia.


Terakhir, Rocky Gerung juga mengajak masyarakat untuk tak menghiraukan upaya penundaan Pemilu 2024 dan pembangunan IKN baru yang digenjot oleh Presiden Jokowi dan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan.


Menurutnya, dua hal tersebut diprediksi kuat akan mengalami kegagalan dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Jokowi maupun Luhut.


"Jadi, kita lupakan aja soal penundaan pemilu dan IKN. Dua soal itu yang merupakan mimpi besar Presiden Jokowi dan ditugaskan pada Pak Luhut, dan itu artinya kegagalan udah di depan mata," tuturnya. [Democrazy/kabes]