-->

Breaking

logo

11 Maret 2022

Dinilai Jadi Nahkoda Tangguh di Masa Pandemi, Sri Mulyani Raih Penghargaan Dari UNS

Dinilai Jadi Nahkoda Tangguh di Masa Pandemi, Sri Mulyani Raih Penghargaan Dari UNS

Dinilai Jadi Nahkoda Tangguh di Masa Pandemi, Sri Mulyani Raih Penghargaan Dari UNS

DEMOCRAZY.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Bhakti Upa Bhaksana dari Universitas Sebelas Maret, Jumat (11/3/2022). 


Sri Mulyani dianggap sukses menjadi nakhkoda yang tangguh di tengah badai krisis.


Hal ini disampaikan oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-46 UNS. 


”Ibu Sri Mulyani menjadi nakhkoda yang tangguh di tengah badai krisis pandemi Covid-19,” ucap Jamal.


Di tengah krisis, terjadi di sejumlah sektor usaha yang terdampak akibat pandemi Covid-19 masih berusaha survive. 


”Sementara UMKM masih membutuhkan adaptasi ekosistem digital ekonomi. Saat ini yang perlu dilakukan yakni membangun inovasi dan menghimpun modal sosial untuk secara bersama kembali membangun kebangkitan sosial dan ekonomi nasional,” ucapnya.


Jamal menilai Sri Mulyani berkontribusi luar biasa dalam penanganan kebijakan fiskal yang berkeadilan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.


”Makanya kami memberikan penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Bhakti Upa Bhaksana,” ucapnya.


Selain Sri Mulyani yang menerima penghargaan, dalam Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh sederet tokoh. 


Di antaranya Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa.


Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengucapkan terima kasih. Menurutnya penghargaan yang diberikan ini sebagai prestasi bagi Kementerian Keuangan dalam menjaga keuangan negara untuk tetap adil dan makmur.


”Saya punya pepatah dalam bahasa Inggris yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, no matter how long the winter, spring is sure to follow. Tidak peduli seberapa lama musim dingin, musim semi pasti datang,” ucapnya.


Saat dunia yang diterjang pandemi, seperti musim dingin yang sangat muram, beku dan mencekam.


Ia mencontohkan New York yang dikenal sebagai kota yang tak pernah tidur terlihat kosong. 


Begitu pula Makah Al-Mukaromah yang selalu ada jamaah ditutup dan menjadi sunyi, Jakarta yang selalu lalu lalang kendaraan tak pernah putus tiba-tiba kosong, termasuk Solo menjadi sepi.


”Tapi seperti ungkapan peribahasa tadi. Pasti ada penyembuhan,” ucapnya. [Democrazy/era]