-->

Breaking

logo

22 Maret 2022

Calon Adik Ipar Jokowi, Harta Ketua MK Anwar Usman Naik 4 Kali Lipat Dalam Setahun

Calon Adik Ipar Jokowi, Harta Ketua MK Anwar Usman Naik 4 Kali Lipat Dalam Setahun

Calon Adik Ipar Jokowi, Harta Ketua MK Anwar Usman Naik 4 Kali Lipat Dalam Setahun

DEMOCRAZY.ID - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mendadak ramai diberitakan, lantaran menjadi calon adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Usman Anwar diketahui terakhir kali melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 11 Februari 2020 untuk periodik 2019.


Saat itu, Ketua MK Anwar Usman memiliki harta kekayaan sebesar Rp5 miliar.


Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN), harta kekayaan Anwar Usman naik 400 persen dalam setahun.


Pada 15 Maret 2021, kekayaan mantan asisten hakim agung di Mahkamah Agung (MA) itu mencapai Rp26,4 miliar untuk periodik 2020.


Penambahan aset Anwar Usman terlihat membengkak dari kas dan setara kas.


Pada laporan 2020, pria yang pernah aktif di dunia teater itu tidak memiliki kas dan setara kas.


Namun, pada laporan 2021, Anwar Usman membukukan kas dan setara kas sebesar Rp20,6 miliar.


Kekayaan Ketua MK Anwar Usman mengalami peningkatan. Kas dan setara kas Anwar membengkak dari nol menjadi Rp20 miliar.


Untuk diketahui, Anwar Usman dan Idayanti saat ini berstatus duda dan janda.


Adik Jokwi dan Anwar Usman direncanakan akan melakukan pernikahan pada 26 Mei 2022 mendatang.


Sementara proses lamaran dilakukan pada Februari 2022 lalu.


Idayati menjanda sejak suami pertamanya, Hari Mulyono, meninggal pada 2018.


Hari Mulyono meninggal pada usia 58 tahun pada Senin (24/9/2018), pukul 10.40 WIB, setelah sempat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.


Menurut kakak tertua, Budi Priyanto (63), Hari Mulyono meninggal karena penyakit stroke yang dideritanya sejak beberapa waktu lalu.


Sementara Ketua MK Anwar Usman merupakan pria berstatus duda.


Istri Anwar Usman, Suhada Ahmad Sidik, meninggal dunia pada 26 Februari 2021 yang lalu karena serangan jantung. [Democrazy/pojok]