-->

Breaking

logo

22 Maret 2022

Cak Nun Sebut Megawati Tak Berilmu, Refly Harun Ikut Beri Sindiran: Simpati dan Empati Itu Penting!

Cak Nun Sebut Megawati Tak Berilmu, Refly Harun Ikut Beri Sindiran: Simpati dan Empati Itu Penting!

Cak Nun Sebut Megawati Tak Berilmu, Refly Harun Ikut Beri Sindiran: Simpati dan Empati Itu Penting!

DEMOCRAZY.ID - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terkait polemik minyak goreng menuai banyak kritik.


Salah satunya dari pemilik akun twitter @bosstamien yang mengunggah video milik Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun.


Dalam salah satu video lawasnya itu, Cak Nun menyebut Megawati tak bersekolah hingga tak memiliki ilmu.


Karena itu, menurut Cak Nun, Megawati tak memiliki empati terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.


Dalam video lawasnya yang lain, Cak Nun juga menyebut Megawati tak pernah bergaul sehingga tak mengerti kesulitan utang hingga membayar iuran sekolah.


Selain itu, sebagai anak Presiden Soekarno, Megawati dinilai Cak Nun tak pernah hidup susah karena sudah tinggal di lingkungan istana sejak kecil.


Menanggapi hal ini, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pernyataan Megawati terkait polemik minyak goreng tak salah. Meski demikian, hal itu hanya berlaku bagi strata masyarakat tertentu.


"Apa yang disampaikan Megawati sebenarnya tidak salah juga, tapi memang untuk kelas atau strata tertentu  yang sudah sadar akan kesehatan, yang bisa memilih menu, makanan. Kalau kebanyakan rakyat Indonesia kan enggak," kata Refly Harun, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 22 Maret 2022.


Refly Harun pun menyinggung para pedagang yang sangat membutuhkan minyak goreng.


Menurut Refly Harun, kebiasaan masyarakat menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan tidak bisa serta-merta diubah.


Mantan Komisaris PT Pelindo I itu mengatakan butuh pendidikan, kesejahteraan, dan perbaikan taraf kehidupan sehingga masyarakat bisa memilih menu dan tidak bergantung kepada minyak goreng.


"Jadi orang yang bisa memilih menu adalah orang yang punya kemampuan finansial, kesejahteraan," ujar Refly Harun.


Refly Harun mengatakan, kesulitan masyarakat memang nyata adanya, terlebih di masa pandemi Covid-19.


Karena itu, ia mengatakan pentingnya simpati dan empati  dari semua pihak kepada masyarakat yang kini tengah kesulitan secara ekonomi.


"Empati dan simpati itu penting," tegasnya.


Refly Harun pun mengaminkan perkataan Cak Nun. Menurutnya, masyarakat dalam dari kelas tertentu tidak mengerti betapa sulitnya hidup.


"Memang simpati dan empati itu tidak gampang ya, apalagi kalau pejabat dari lahir sampai kemudian berusia seperti sekarang ini, 70 tahun nggak pernah susah. Mungkin susah secara politik, tapi secara ekonomi nggak pernah susah," ucapnya. [Democrazy/rkp]