-->

Breaking

logo

11 Maret 2022

COVID Belum Reda Ditambah Ada Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pusing!

COVID Belum Reda Ditambah Ada Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pusing!

COVID Belum Reda Ditambah Ada Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pusing!

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan saat ini semua negara, termasuk Indonesia tengah menghadapi situasi yang sangat sulit.


Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022).


Jokowi menuturkan, revolusi industri 4.0 selama ini telah memicu terjadinya disrupsi di antara negara.


Namun saat dunia tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut, kemudian muncul pandemi Covid-19 yang tambah mempersulit keadaan khususnya dalam bidang perekonomian.


"Kita tahu dunia saat ini berada di situasi yang tidak mudah, semua negara merasakan, tidak hanya Indonesia saja," kata Jokowi. 


"Kita sebelumnya dihadapkan disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0 dan semua negara tergagap-gagap, dihantam lagi oleh disrupsi akut karena pandemi Covid-19 yang tidak kita duga. Semua negara tambah pusing," ujarnya.


Dia menambahkan kondisi ini diperparah dengan adanya perang antara Ukraina dan Rusia yang semakin mempersulit pengelolaan ekonomi.


"Pusingnya belum reda, tambah lagi ada perang, udah bertubi-tubi. Ekonomi betapa sangat sulitnya," ungkap Jokowi.


Bahkan Presiden mengaku dihubungi oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida beberapa hari lalu. Dia bilang para pemimpin dunia itu mengeluhkan hal yang sama.


"Dua hari yang lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz datang kepada saya dan berbicara banyak terkait situasi saat ini. Kemarin siang Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida telepon menyampaikan yang sama," ujarnya.


Melihat kejadian ini, Kepala Negara menyebut jika masa depan global kini semakin penuh dengan ketidakpastian.


"Pandemi belum rampung, kemudian ada tambahan perang sehingga semuanya menjadi sulit diprediksi," ungkapnya.


Kendati demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini mengaku bersyukur karena di situasi yang tidak mudah ini, Indonesia dapat menjalaninya dengan baik. 


"Tetapi Alhamdulilah kita bisa menjalaninya, mengelola keuangan, mengendalikan Covid-19 dengan baik dibanding dengan negara-negara lain," ujarnya. [Democrazy/kmp]