-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Bujuk Jokowi Agar Jadi Presiden Seumur Hidup, Pendeta Saifuddin: Saya dan Ahok Jadi Tangan Kanan Bapak!

Bujuk Jokowi Agar Jadi Presiden Seumur Hidup, Pendeta Saifuddin: Saya dan Ahok Jadi Tangan Kanan Bapak!

Bujuk Jokowi Agar Jadi Presiden Seumur Hidup, Pendeta Saifuddin: Saya dan Ahok Jadi Tangan Kanan Bapak!

DEMOCRAZY.ID - Pendeta Saifuddin Ibrahim kembali melontarkan pernyataan kontroversial.


Baru ini, ia mendorong agar Presiden Joko Widodo menjabat seumur hidup, sementara dirinya akan menjadi tangan kanan bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 


Awalnya, ia mengomentari tentang Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menurutnya telah dikuasi oleh apa yang ia sebut dengan kaum pengganas. 


Kaum pengganas itu, kata Saifuddin, akan menghancurkan NKRI sehingga tidak tersisa sedikit pun. 


Karena itu, ia mendorong agar Jokowi menjabat seumur hidup. Sementara dirinya bersama Ahok akan menjadi tangan kanannya.


“Saya sangat setuju tunda Pemilu Pak Jokowi, jangan ada pemilu lagi, kalau perlu Pak Jokowi Presiden seumur hidup, saya dan Ahok untuk menjadi tangan kanan bapak, saya bisa dipercaya,” ujarnya dikutip dari YouTube pribadinya pada Selasa 29 Maret 2022 dengan judul “Kalau Tidak Mau Dinistas, Jangan Menista, 1443 Thn Kami Yahudi dan Kristen Dinista".


Dengan menjadi tangan kanan Jokowi, selain menghabisi kau pengganas, Saifuddin berjanji akan memecat semua menteri dan gubernur yang tidak becus. 


Apalagi, pejabat yang korupsi, akan disikat habis oleh Saifuddin.


“Menteri-menteri yang nggak becus itu, tenggelamkan. Gubernur-gubernur, tenggelamkan. Maling rakyat, habisin. Uang rakyat kok dimakan dikorupsi, kan cukup dengan gaji itu. saya dari uang YouTube bisa membangun banyak rumah untuk orang miskin,” tuturnya. 


Sebelumnya, Saifuddin dalam video tersebut juga sempat mengatakan omongannya tentang penghapusan ayat Al-Qur’an itu didasari karena baik Kristen maupun Yahudi, dinistakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. 


Atas alasan itu, ia ingin agar ayat-ayat yang menistakan Kristen dan Yahudi dihapuskan saja di dalam Al-Qur’an.


“Jadi kalau tidak mau dinista jangan menista. Kami orang Kristen orang Yahudi sudah 1443 tahun yang lalu dinista oleh Allah di dalam Al-Qur’an, nah ayat-ayat inilah yang saya minta untuk di-skip,” ujarnya. 


Ia mengutip berita tentang Arab Saudi yang telah merevisi Al-Qur’an. 


Tidak diketahui mengenai kebenaran berita tersebut, namun menurutnya, seharusnya Indonesia bisa meniru Arab Saudi. 


“Pemerintah Arab Saudi menurut berita ini benar atau nggaknya saya ngga tau, merevisi 2500 ayat dari Al-Qur’an, itu sudah dilakukan, maka di sana wanita sudah boleh menyetir,” tutur Saifuddin. [Democrazy/terkini]