-->

Breaking

logo

31 Maret 2022

Bertemu Gibran di Balai Kota Solo, Cucu Bung Karno Paundrakarna Minta Peluk: Junjungan Saya!

Bertemu Gibran di Balai Kota Solo, Cucu Bung Karno Paundrakarna Minta Peluk: Junjungan Saya!

Bertemu Gibran di Balai Kota Solo, Cucu Bung Karno Paundrakarna Minta Peluk: Junjungan Saya!

DEMOCRAZY.ID - Baru-baru ini, salah satu putra Kanjeng KGPAA Mangkunegara IX, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo. 


Yang menarik perhatian, saat bertemu dengan Gibran Rakabuning Raka, Gusti Paundra bertanya apakah boleh memeluk. 


Diinformasikan bahwasanya cucu Bung Karno itu tiba di Balai Kota Solo sekitar pukul 10.15 WIB dengan mengendarai kendaraan sendiri. 


Setibanya di balai kota, Gusti Paundra yang mengenakan batik motif Garuda Yeksa Kencana karyanya sendiri langsung disambut Gibran. “Wah nyetir sendiri Gusti?” sapa Gibran kepada Paundra, pada Kamis, 31 Maret 2022. 


“Iya, selalu,” jawab Gusti Paundra. 


Turun dari mobil, Gibran pun langsung mengajak salaman Paundra dengan membungkukkan badan. 


Nah, uniknya, usai bersalaman, Gusti Paundra lantas mengajak putra sulung Presiden Jokowi itu berpelukan. 


“Boleh peluk gak?” tanya Paundra. 


Setelah itu keduanya menuju ke ruangan wali kota untuk membicarakan beberapa hal. 


Pertemuan sendiri berlangsung singkat, hanya beberapa menit. 


Itu karena Gibran harus menuju Kantor DPRD Solo untuk Paripurna 1 dan 2 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Solo Tahun 2021. 


“Tadi hanya membicarakan soal rencana agenda untuk memperingati hari Batik Nasional,” terang Gusti Paundra. 


“Insya Allah, akan digelar setiap tahunnya dengan berkolaborasi dan didukung selalu oleh wali kota.” Saat memperingati Hari Batik Nasional nanti akan digelar pameran batik, pertunjukan seni dan tari di Loji Gandrung. 


Nantinya akan pula dipamerkan batik-batik karya sendiri dan berkolaborasi dengan Batik Keris. 


Salah satu karyanya pun sempat dipakai Gibran saat bertemu dengan KGPAA Mangkunegara X belum lama ini, yaitu, batik hijau tua yang di dada sebelah kiri terdapat logo ‘P’. 


Batik tersebut bergambar naga banda atau naga bali yang menghadap ke atas dan berwarna emas. 


“Enggak nyangka batiknya dipakai sama Mas Gibran. Aduh, senang sekali. Mas Gibran itu junjungan saya,” ungkap Paundra. 


“Tapi beda, kalau dipakai Mas Paundra bagus, tapi kalau saya rodo piye. Ganteng banget, bedo, kalau Mas Paundra auranya keluar semua,” respons Gibran. 


Gibran menyebut sejumlah netizen bertanya-tanya batik warna hijau yang dikenakan itu belinya di mana. 


“Saya bilang ini yang bikin Gusti Paundra. Semuanya heboh.” 


Gibran menilai, jika Gusti Paundra merupakan seniman sejati dan karya-karyanya masuk terutama untuk anak-anak muda. 


“Jadi, batik bisa dipakai sehari-hari, bisa untuk pergi ke cafe, pergi ke mall, jadi masuk banget desain-desainnya Mas Paundra,” ujarnya. 


“Saya mendorong beliau di hari batik nanti bisa berpartisipasi, biar batik digemari anak-anak muda. Batik jangan hanya dipakai untuk acara-acara formal saja, bisa untuk nongkrong, ke mall, ngopi-ngopi, wedangan,” jelasnya. 


“Saya sekali pakai saja sudah jadi bahan pembicaraan. Bagaimana nanti kalau beliau mengeluarkan seri-seri berikutnya.” [Democrazy/terkini]